FU 200 TGP Catatkan 7,1 Detik Lagi, Terkencang Namun Diskualifikasi

FU 200 TGP Catatkan 7,1 Detik Lagi, Terkencang Namun Diskualifikasi
FU 200 TGP, rangka baru sukses torehkan 7,1 detik

BalapMotor.Net – Grand Final Kejurnas Swallow Drag Bike 2017 telah usai digelar pada minggu kemarin, di Sirkuit Permanen Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Jatim (12/11). Ini partai final yang katanya mempertemukan dragster terbaik dari seluruh region di Indonesia.

Nah, kali ini penulis akan membahas salah satu kelas wajib Kejurnas yang memang sedang panas-panasnya. Bebek 4T TU 200cc atau lebih akrab disebut kelas FU200. Ini kelas yang saat ini gengsinya sangat tinggi.

Di babak penyisihan kemarin, FU200 TGP (Team Ghoip) asal Lamongan, Jatim kembali memberi kejutan. Pertama, kedua eksekutor yakni Adit Coco dan Fahmi Ubaidillah sukses catatkan waktu 7,116 detik dan 7,246 detik. Kejutan kedua, Adit Coco yang keluar sebagai peraih waktu tercepat di babak penyisihan ini harus gigit jari lantaran didiskualifikasi.

FU 200 TGP Catatkan 7,1 Detik Lagi, Terkencang Namun Diskualifikasi
Hasil babak penyisihan
Yamaha

Waduhh! “Kemarin Adit Coco didiskualifikasi mas. Waktunya yang tercepat, namun ternyata timbangannya kurang 2 ons, padahal sebelumnya udah sesuai. Selain Adit Coco, kemarin juga banyak yang kena dis,” buka Yoga Ilham Sayekti, akrab disapa Cak Tukul selaku kliker FU 200 TGP.

Dengan ini, partai final FU TGP hanya mengandalkan Fahmi yang akhirnya harus puas di podium ke-5. Sementara untuk sang juara kelas bebek 4T TU 200cc di Grand Final Kejurnas Dragbike 2017 menjadi milik FU Pertamax Motosport lewat joki andalannya Alvan Cebong.

Di lintasan yang sudah berubah menjadi basah, Alvan sukses catatkan 7,365 detik, unggul dari Nova Kurcaci (BJOS Speed Shop CMT) 7,426 detik, Jhon PK (DBRT JM FER Vreinz) 7,427 detik dan Adi Susanto (Cantika Speed) 7,429 detik.

Meskipun Cak Tukul sedikit memendam rasa kecewa, namun ia pun mangaku cukup puas dengan catatan waktu yang sempat ditorehkan Adit Coco. Apa lagi, catatan tersebut diciptakan dengan kerangka motor yang sudah berubah dari sebelumnya.

“Untuk mesin memang masih menggunakan yang lama, yang sudah cetak 7,0 detik di Bali dan 7,1 detik di Banten. Namun sekarang kita gunakan rangka baru, yang sedikit mengalami perubahan khsusunya di bagian sumbu roda. Tujuannya untuk mengurangi traksi roda belakang saat start.” Ungkap Cak Tukul, seraya infokan kalau salah satu resep korekan kencangnya berasal dari kompresi yang rendah.

Selanjutnya, Cak Tukul akan mempersiapkan pacuannya untuk berlaga di Final Kawahara IRC Indonesia Dragbike Championship 2017 yang akan berlangsung di Lanud Gading, Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta (19/11). Wow.., kalau ini mah jaminan lebih panas. seruuuu!!

(Yugo)

FU 200 TGP Catatkan 7,1 Detik Lagi, Terkencang Namun Diskualifikasi
Siap bertarung di Final Kawahara IRC IDC 2017
SSS Racing GM-helm