FU 200 Abakura Bangun Dari Tidur Panjang, Nih Rahasianya

FU 200 Abakura Bangun Dari Tidur Panjang, Nih Rahasianya
Kiki Codet dan Wawan Kristianto setelah menjadi yang terbaik di IDC Sukoharjo

BalapMotor.Net – Masih seputar gelaran Kawahara IRC IDC seri 3 di Sukoharjo akhir pekan kemarin ya bro. Semua mungkin masih penasaran dengan kembali munculnya FU 200 Abakura Ditra Jaya Manahadap. Bukan hanya karena kembali tarung, tapi juga terbukti mampu mendominasi dan tak terbendung.

Perlu diketahui, sang tunner yakni Wawan Kristianto merupakan salah satu pelopor bebek 4T TU 200cc. Karyanya sudah terbukti dan diakui. Tak perlu disebutkan satu per satu, beberapa part FU 200 saat ini juga banyak yang berasal dari tangan dinginnya.

Tapi anehnya dalam kurun waktu satu tahun belakangan FU 200 Abakura sendiri jarang terlihat. Entah apa yang terjadi itulah yang penulis coba cari tahu. Katanya sih ada beberapa kendala yang terjadi. “Kekuatan mesin yang terlalu ekstrim membuat bebarap part tak mampu mengikuti. Beberapa kali ubahan dan setting selalu berakhir dengan mesin ngancing.” Buka Wawan saat berbincang di markasnya.

SSS Racing

Namun pada beberapa hari jelang IDC, permasalahan mulai ketemu. “Disaat terakhir saya coba mengubah knalpot. Ternyata saat itu kendala motor mulai hilang. Knalpot sendiri saya fokuskan untuk memodifikasi di bagian leher, dimana dari lekukan pertama hingga kedua menjadi faktor utama.” Tambah Wawan yang mengaku membeli knalpot tersebut dengan uang pribadi alias “arto piyambak”.

FU 200 Abakura Bangun Dari Tidur Panjang, Nih Rahasianya
Fokus pada lekukan knalpot terbukti ampuh meningkatkan performa

Kini, motor sudah ketemu dan kembali pada ritmenya. Catatan tiga kali cetak waktu 7,1 detik telah membuktikan bawasanya FU 200 Abakura sudah kembali ke top performa. Dengan menggunakan karbu PWK AS 38mm, diakuinya karakter motor lebih mudah dikendalikan. Laju lebih smooth dengan lembut di bawah dan garang dari tengah ke atas.

Nah, untuk bagian lain Wawan sendiri coba membeberkannya. “Piston dari Ice Racing dengan ukuran 71mm, kompresi 14,9:1 dan klep 27/23. Noken saya buat sama dengan durasi 265 derajat baik ex maupun in, serta pilot jet dan main jet dengan ukuran 55/13,” jelas Wawan Kristianto, seraya gunakan rasio dengan rincian 15-31, 16-25, 19-34, Std, 22-21 dan 24-20.

Lebih lanjut, FU 200 Abakura akan kembali tampil pada ajang Pertamax Drag Bike di sirkuit Brigif, Cimahi. “Event terdekat mungkin di Pertamax nanti mas. Kalau di sana faktor time terbaik mungkin akan sulit, karakter sirkuit akan menjadi kendala. Namun saya berharap bisa kembali juara,” Pungkas Wawan yang juga siap bawa bebek 4T TU 130cc. | Yugo

Berikut Data Lengkap FU 200 Abakura
  • Tim: Abakura Ditra Jaya Manahadap
  • Mekanik: Wawan Kristianto
  • Motor: Suzuki Satria FU 200cc
  • Karbu: PWK AS 38
  • Piston: Ice Racing 71mm
  • Kompresi: 14,9 : 1
  • Klep: 27/23
  • CDI: BRT Super Pro
  • Noken: 265 derajat (in/ex)
  • Koil: YZ
  • Rasio: (15-31, 16-25, 19-34, Std, 22-21 dan 24-20)
  • Gear: 13/39
  • Ban: IRC Speed King
  • Knalpot: Customs
    FU 200 Abakura Bangun Dari Tidur Panjang, Nih Rahasianya
    Siap kembali tarung pada Pertamax Brigif, Cimahi

    FU 200 Abakura Bangun Dari Tidur Panjang, Nih Rahasianya
    Knalpot beli sendiri dan di modifikasi
GM-helm PARD