Fotografer Balap Senior Aji Tejo Kasih Tips Fotografi Balap

Aji Tejo selaku fotografer balap senior memberikan tips untuk para fotografer balap pemula
GM-helm

BalapMotor.Net – Dunia fotografi balap merupakan salah satu hobi yang saat ini cukup digandrungi oleh pecinta balap di berbagai wilayah di Indonesia. Ini bisa terlihat dari banyaknya fotografer yang mengabadikan gambar di lintasan saat event balap.

Jadi selain mereka para pewarta balap, banyak juga anak-anak yang memang hobi akan fotografi balap. Nah, untuk menambah ilmu bagi kawan-kawan fotografer balap yang masih pemula, kali ini BalapMotor.Net ingin membagikan tips mengenai fotografi balap menurut fotografer balap senior Indonesia yaitu Aji Tejo.

Menurut fotografer asal Yogyakarta yang sudah motret balap sejak tahun 1990 ini, yang paling utama dalam memilih alat adalah disesuaikan dengan kebutuhan. “Yang paling penting mengenai alat sendiri adalah kita sesuaikan kebutuhan. Jangan hanya karena pamer gadget kita asal beli padahal belum tentu dipakai,” terang Aji Tejo.

Aji Tejo

Lalu untuk memilih kamera yang tepat untuk motret balap sendiri Aji Tejo juga memberikan pengarahan. Aji Tejo menyarankan memilih kamera DSLR yang mempunyai kecepatan fokus yang cepat.

“Kalau kamera yang DSLR, cari yang FPS (Frame Per Second) minim 7 atau FPS7, itu buat ngejar fokusnya cepat. Semua merek sama aja, pasti ada kelebihan dan kekurangannya,” terang Aji Tejo yang sebelum menjadi fotografer balap ternyata pernah terjun balap pada tahun 80an ini.

Pemula Jangan Pilih Mirrorless

Menariknya, Aji Tejo juga memberikan saran bagi fotografer pemula agar tidak memilih menggunakan kamera mirrorless. Alasan Aji Tejo sendiri adalah auto fokus dari kamera Mirrorless sendiri kurang.

“Untuk pemula jangan pakai mirrorless, karena auto fokusnya sangat kurang, hanya A9 yang sedikit lumayan,” tambah Aji Tejo yang merupakan fotografer tim Astra Honda Racing Team (AHRT) ini.

Salah satu foto AJi Tejo pada balapan di tahun 2004
Pilih Lensa Profesional

Lanjut untuk pemilihan lensa, Aji Tejo memberikan saran kalau untuk fotografer balap memilih lensa yang profesional. “Yang paling penting lagi, lensa harus yang profesional, artinya jangan pakai lensa yang cerminnya dari plastik, harus yang dari kaca,” terangnya.

“Hasilnya nanti akan berbeda sekali, contohnya kalau kita dapat moment bagus terus customer atau kita mau gedein foto tersebut segede baliho hasilnya akan pecah,” tambah Aji Tejo lagi.

Untuk Keperluan File Besar

Untuk mendapatkan hasil maksimal lagi, fotografer bernama asli Tejo Cahyono Aji ini juga membeberkan bahwa kita harus setting ukuran file minimal JPE Fine atau kalau mau pakai RAW.

“Itu jika kita ingin file ukuran besar dan hasilnya bagus saat dicetak. Kebanyakan fotografer muda mereka cuma pakai buat di sosmed.”Di sosmed nggak perlu ukuran besar, yang penting gambar nggak pecah, ungkap Aji Tejo.

Komposisi Frame Diperhatikan

Selain memberikan pengarahan mengenai alat dan setting kualitas gambar. Aji Tejo juga menyarankan agar kita selalu fokus untuk memperhatikan komposisi frame. Selain itu, kita juga harus menghafalkan kebiasaan rider yang akan kita jadikan objek.

“Fokus utama motret balap selain actionnya juga komposisi frame harus diperhatikan. Untuk pertama fokus di action dan kita harus hafal kebiasaan rider, gaya balap rider kita harus tau,” ungkap Aji Tejo.

Pesan Untuk Pemula

Aji Tejo yang tetap bertahan menjadi fotografer balap selama 30 tahun ini sendiri memberikan arahan kepada para fotografer pemula atau yang baru coba-coba. Aji Tejo menyarankan agar kita jangan takut akan hasil foto yang jelek.

“Pesan saya untuk pemula, jangan takut hasil foto jelek, karena nggak ada salah atau benar.Fotografi itu selera, biarkan orang lain bilang jelek, pokoknya yakin,” terang Aji Tejo.

Nah, begitulah kira-kira tips mengenai fotografi balap. Semoga bermanfaat yah. | Luvo

SSS Racing