Final Sport 250 Pro Seri 3 YSR 2017, Richard Tinggal Jauh Lawan, Podium Dikuasai Sulawesi Lagi

Final Sport 250 Pro Seri 3 YSR 2017, Richard Tinggal Jauh Lawan, Podium Dikuasai Sulawesi Lagi
Final Sport 250 Pro Seri 3 YSR 2017, Richard Tinggal Jauh Lawan, Podium Dikuasai Sulawesi Lagi

BalapMotor.Net – Tiga pembalap asli Sulawesi mampu mendominasi kembali kelas pro rider di seri 3 Yamaha Sunday Race (YSR) 2017. Setelah pada race final kelas sport 150 pro, Wawan Wello, Syahrul Amin dan Richard Taroreh mampu mengisi podium 1,2 dan 3.

Pada race final Sport 250 Pro, Richard Taroreh yang tergabung di tim Yamaha Yamalube Jasti Putra Usaha Jaya NHK FDR 549 Kaboci mampu menjuarai race tersebut. Di posisi kedua ada Wilman Hammar dari tim Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin DID NGK Bahtera dan Anggi Setiawan dari tim Yamaha Yamalube BAF Akai Jaya TraxxD IRC MBKW2.

LENKA MiniGP SSS Racing

Ketiganya merupakan pembalap yang lahir di Sulawesi. Richard lahir di Sumatera Utara, lalu Wilman Hammar di Sulawesi Selatan dan Anggi Setiawan lahir di Sulawesi Tengah. Ini tentunya membuktikan kalau pembalap dari Indonesia Timur juga mampu bersaing balapan sport nasional.

Final Sport 250 Pro Seri 3 YSR 2017, Richard Tinggal Jauh Lawan, Podium Dikuasai Sulawesi Lagi
Podium Race Sport 250 seri 3 YSR 2017

“Puji Tuhan Setelah motor R25 saya baru finish di Kejurnas IRS kemarin dan sebelumnya selalu mengalami trouble, akhirnya di seri kali ini saya bisa menjadi juara. Ini tentunya akan membuat saya semakin semangat pada balapan berikutnya.” terang Richard Taroreh yang besar di Papua ini.

Perlu diketahui juga bahwa Richard Taroreh memang sedang sangat on fire di musim ini, terutama di balap sport 150cc dan Motorprix. Baru di YSR seri 3 kali ini Richard mampu maksimal juga di balapan kelas Sport 250cc.

Hampir sama dengan Richard Taroreh, Wilman Hammar juga baru mendapatkan hasil maksimal pada kelas ini. “Sebelumnya motor selalu bermasalah dan baru kali ini bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Mungkin karena persiapan menghadapi seri kali ini lebih maksimal karena tim banyak mempunyai waktu untuk prepare,”terang Wilman Hammar.

Berbeda dengan Richard dan Wilman, Anggi Setiawan mengaku kalau motornya sebenarnya sudah maksimal sejak awal. Anggi Setiawan yang turun full Asia di kelas bebek pada musim ini mengaku masih kalah pengalaman.

“Kalau motor sebenarnya sudah maksimal, hanya saja saya yang masih kalah di pengalaman,” terang Anggi Setiawan yang pernah mengikuti pelatihan di The Master Camp VR46 ini. | Luvo/Oxs

GM-helm VND Racing PARD