Final SIC Season 2 Sentul, Pengalaman Dan Bobot Berpengaruh

BalapMotor.Net – Di gelaran final Suzuki Indonesia Challenge (SIC) season 2 yang berlangsung di sirkuit Sentul (19-20/12). Ada sebanyak 45 pembalap yang merupakan finalis dari ajang seleksi SIC yang digelar 8 di berbagai wilayah di Indonesia. Mereka merupakan para pembalap muda terbaik yang berhak mengikuti babak final yang juara di kelas Satria Cup bakal dibawa ke balap Asia (Suzuki Asian Challenge).

Bagi sebagian besar para peserta finalis tersebut, kebanyakan mereka belum pernah merasakan balap di sirkuit internasional.Jadi untuk membalap di sirkuit Sentul yang punya dimensi yang jauh lebih besar dari sirkuit manapun di Indonesia ini mereka pastinya akan kaget.

Jefri Tosema
Jefri Tosema

Namun berbeda dengan para pembalap yang sudah pernah mengikuti atau latihan balap di sirkuit Sentul. Mereka tentu saja mempunyai bekal lebih untuk bisa lebih cepat dibandingkan dengan yang lainya.

SSS Racing

Jefri Tosema misalnya, pembalap asal Riau ini tahun lalu merupakan finalis di final SIC Season 1. Jefri Tosema sebelumnya juga turun penuh di ajang IRS yang balapanya berlangsung di sirkuit Sentul. ” Saya sudah cukup sering membalap disini. Di SIC season 1 saya juga masuk ke final disini, namun belum beruntung. Menurut saya memang yang sudah pernah main disini seperti saya lebih diuntungkan. ” tutur Jefri Tosema yang tercepat di grup A saat latihan bebas.

Hendra Rusadi alias Hendra Eenk jawara Grasstrack yang kuasai SIC Banjarmasin
Hendra Rusadi alias Hendra Eenk

Sementara itu para pembalap yang belum pernah membalap di sirkuit internasional nampaknya harus berusaha untuk bisa cepat beradaptasi. ” Pertama kali main disini, saya nanti akan mencoba untuk belajar dengan mengikuti para pembalap yang sudah sering main disini.” tutur Hendra Eenk pembalap asal Kalimantan Selatan yang juga pembalap grasstrack ini.

M. Gilang, masih 12 tahun dan bertubuh mungil sangat diuntungkan di final SIC
M. Gilang, masih 12 tahun dan bertubuh mungil sangat diuntungkan di final SIC

Namun selain pengalaman, pembalap berbobot ringan juga akan mempunyai kans lebih untuk bisa lebih cepat.Dengan motor spek yang sama, tentu saja secara power weigh ratio bakalan lebih diuntungkan.

Contohnya saja M. Gilang Akbar, pembalap asal Kalimantan Timur yang masih berusia 12 tahun ini langsung bisa melejit meski baru pertama kalinya turun disini.M. Gilang akbar yang bertubuh sangat kecil ini langsung bisa meladeni para pembalap lainya yang turun di kelas young star.” Balap di Sentul ini sepertinya tidak ada kendala, sirkuitnya banyak lurusnya. Berbeda dengan sirkuit di Kaltim. ” tutur M. Gilang yang tentu saja tidak ada kendala karena dijamin dia lebih laju di trek lurus dibanding yang lainya.

Sepertinya persaingan menuju balap Asia di QTT dan Race besok bakalan sangat seru nih. Jadi yang ada kesempatan, yuk datang langsung ke sirkuit Sentul Internasional. [ luvo ]

GM-helm PARD