Fenomena Road Race Di Wilayah Jawa Timur

GM-helm

BalapMotor.Net – Melihat atmosfir di balapan Jawa Timur memang luar biasa. Dari jumlah starter, sampai jumlah penontonya itu jauh dibandingkan dengan balapan di daerah lainya. Disini para pembalap baik yang muda, maupun pembalap yang sudah senior saling bersaing ketat di beberapa kejuaraan Road Race yang dilangsungkan di wilayah Jawa Timur.

Kejurda Jatim yang berakhir di Ponorogo 16 November kemarin menjadi bukti bahwa animo dari pecinta balap di Jawa Timur itu luar biasa. Namun dari ratusan para pembalap yang mengikuti kejuaraan balap di sirkuit Alun-Alun Ponorogo yang berbentuk semacam sirkuit Speedway ini hanya beberapa saja yang berani turun di event nasional. Mereka sepertinya sangat enggan untuk bertarung di level kejurnas yang bisa menjadi tempat tolok ukur bagi skill mereka.

” Kita sangat memaklumi itu, sekarang untuk mengikuti event sekelas Motoprix kan butuh biaya lebih untuk transport dan banyak yang lainya, makanya mereka hanya mengikuti balapan lokalan saja. ” tutur Bambang Kapten selaku sesepuh otomotif Jawa Timur yang ditemui saat final kejurda di Ponorogo kemarin.

Bambang Kapten
Bambang Kapten

Bambang Kapten juga menambahkan, kalau event lokalan seperti Kejurda ini bisa digunakan untuk menggali potensi dari mereka. Di event lokalan Jawa Timur juga sering dijadikan tempat berlatih para pembalap luar Jawa Timur seperti dari Jawa Tengah dan DIY yang sepi event, namun poin mereka tidak dihitung.

” Di event lokalan mereka bisa menambah jam  terbang, apalagi para pembalap luar Jawa Timur yang ikutan di event ini poinya tidak dihitung, jadi mereka hanya datang dan mengejar hadiah tanpa memikirkan poin.” tambah Bambang Kapten.

Membingungkan memang, namun seperti itulah adanya dan yang bertambah membingungkan yaitu sekarang bermunculan tim balap kelas nasional yang berasal dari Jawa Timur, dan para tim tersebut malah tidak menggunakan pembalap Jawa Timur. Tim tersebut seperti tim Khevalindo, Ridlatama, BKMS dan Putra Anugrah.

Nunggu Dilirik Tim Nasional, Tapi Sekali-Kali Turun di Balap Nasional Dong
Nunggu Dilirik Tim Nasional, Tapi Sekali-Kali Turun di Balap Nasional Dong

” Kita sangat mengakui adanya itu, mereka kan tim profesional dan mungkin mereka melihat pembalap Jatim belum masuk kriterianya, namun di event seperti ini seharusnya para pembalap Jawa Timur mampu menujukan talentanya, agar dilirik tim nasional.” tutup Bambang Kapten.

” Sebenarnya kita ingin pembalap kita dari lokal Jawa Timur, namun kita juga melihat talenta mereka dulu, nah di event lokalan  tentu saja kita bisa melihatnya. ” tutur Fritz Yohanez selaku owner dari tim Putra Anugrah yang musim depan membawa Faisal Si Doel ke ajang nasional ini.

Dengan bermunculan tim balap nasional dari Jawa Timur yang bisa menggebrak di balapan nasional harusnya bisa diikuti juga oleh beberapa tim besar yang turun hanya di lokalan Jawa Timur saja. Kalau alasan untuk biaya balap nasional itu tidak bisa dijadiin alasan utama. Seperti yang dikatakan oleh Juvrents, Juvrents yang merupakan owner dari tim Zyrof yang merupakan tim asal Solo yang sudah lama turun di level lokalan Jawa Timur ini malah mengatakan kalau untuk soal biaya balap lokalan dengan balap Motoprix dan OMR itu sama.

Juvrent, Biaya sama saja
Juvrent, Biaya sama saja

Juvrent yang timnya sudah lama dan sempat turun di balapan nasional ini mengatakan .” Kalau dihitung-hitung ikutan seri balap lokalan yang kalau dijumlahkan bisa mencapai 20 event per tahun ini sama mas, habisnya dengan jika kita turun full Motoprix dan juga OMR, tinggal kemauan saja.” tutur Juvrent yang mengakui bahwa timnya tetap turun di balap lokalan Jatim itu di dorong usahanya yang pasarnya di Jawa Timur. luvo

Sulung Giwa Bersama tim  Putra Anugrah, Pembalap Dan Tim Jatim Yang Gebrak Balapan Nasional
Sulung Giwa Bersama tim Putra Anugrah, Pembalap Dan Tim Jatim Yang Gebrak Balapan Nasional
SSS Racing