DRAG BIKE : Perlukah Pengkategorian Pembalap Dan Kelas Murah?

GM-helm

 

     Pernahkah kalian merasa bosan bahwa yang juara di event Drag Bike kok itu-itu saja,yah semacam di Jateng DIY misal selalu saja didominasi oleh pembalap-pembalap top seperti Eko Kodok,S.Nawier,Dwi Batank,Hendra Kecil dan nama-nama beken lainya.Didaerah lain pasti juga sama misal kawasan Jabar DKI trus kawasan Jatim pasti ada nama-nama yang selalu menang dan dah bisa ketebak.
    Meskipunnama-nama tersebut sudah pasti akan jadi penyedot penonton yang mau menyaksikan,namun yang perlu dipikirkan ialah tentang pembibitan.Menurut BM sih harusnya dibikin kelas buat pembalap seperti Road Race gitu,jadi ada kelas Sedeed dan juga Pemula.Jadi para pembalap lokal tidak takut lagi harus ikut dikelas Open.
    Seperti kebanyakan di event-event yang telah berlangsung,masih banyak para pembalap drag yang sering disebut joki hanya ikut kelas-kelas lokal saja,padahalada juga kelas openya.Gimana yah sebaiknya agar ada lagi pembalap-pembalap bertalenta muncul.
     Memang ada juga pembalap-pembalap baru yang berani menunjukan talentanya dan naik pamor namun pasti menunggangi kuda besi yang mumpuni,kalo motornya sama baru tuh adu skill hehe.Trus gimana kepriben harusnya,dibikin kelas murah meriah atau menggolongkan kategori pembalap? Sebenarnya balapan Drag bike itu balapan yang murah meriah,bayangkan aja perlengkapan balapnya hehehe itu yang biasa dipakai harian.Nah yang perlu dipikir ya motornya,mau kencang ya mahal,tapi untuk kelas-kelas seperti OMR FU standard amatir trus kelas bebek standar 130 cc lumayan murah,tapi kalau bikin yang lebih standar lkagi kayaknya mantap,ya hampir seperti kelas standard pabrik.

gap yang terlalu jauh mebuat jalok malas ikut kelas open

Ini harusnya jadi PR PP IMI dan juga promotor,gimana baiknya,jangan cuma memikirkan jumlah peserta dan juga penontonya yang banyak heh,Salam Balap Motor.

SSS Racing