Drag Bike Kudus: Hadir Full Tim, Bebek Goreng Semakin Kompetitif

Bebek goreng M.Tarno Racing Hell Mbocil AirBrush

BalapMotor.Net – Pada event sebelumnya, kita dikejutkan dengan catatan waktu super tajam dari Dwi Batank yaitu 8,262 detik dengan motor Sinogo Jogjakarta. Dwi Batank sendiri memang sudah “kontrak mati” dengan motor-motor garapan dari Bessi mekanik spesialis 2T 116cc standar ini. Namun sayang seribu sayang, kala bermain di Gadhuro Drag Bike Kudus (28/2) lalu, Batank tertangkap lampu sensor alias jump start.

Tapi kompetisi tetap berjalan seru dan menegangkan. Pasalnya sejak awal start, Dicky G.A pembalap andalan dari MCM Dicky Jaya TMG sudah membuat para pembalap lainnya menggrenyitkan dahi. Dicky yang mengadalkan motor korekan dari Babah Atong Kebumen ini sukses mencatatkan waktu 8,441 detik. Sampai saat race akan usai, Kiki Codet (Demak) sukses menjadi pemegang kelas dengan timer 8,412 detik. Codet yang mengandalkan motor dari M.Tarno Racing Hell Mbocil Airbrush ini sukses melaju dengan mulus.

Dicky G.A dari tim MCM Dicky Jaya TMG
Dicky G.A dari tim MCM Dicky Jaya TMG
LENKA MiniGP SSS Racing

“Karakter motornya ngga liar mas justru lembut, tapi selalu ada. Maksudnya tenaganya ngisi terus sampai finish hehe”, ungkap Bayu Ucil owner Racing Hell yang juga diangguki oleh Kiki Codet.

Ternyata, motor kelir hijau hitam ini kepunyaan dari pegawai dari Racing Hell. Dengan mengandalkan piston original Ov. 100 dan karburator yang diremaer jadi 23mm, motor ini memang terlihat tidak terlalu liar. Apalagi dengan stroke yang masih standar, lubang buang cukup dipatok diangka 28mm. Untuk penyalur api, Tarno selaku mekanik asal Purwodadi ini mengandalkan koil Suzuki RM dan knalpot MDZ Jogja.

“Iya mas, motor punya pegawaiku ini tadinya cuma buat pajangan di toko. Tapi untuk tahun ini saya coba kembangkan supaya bisa turun di event, ehh ternyata bisa kompetitif. Selain saya sendiri, untuk tahun ini motor ini juga akan dikebut oleh Kiki Codet”, tambah Bayu Ucil yang pada event Kudus kemarin justru terlempar dari posisi 5 besar.

Semakin ramai ketika pada posisi ketiga juga tercantum pembalap andalan Sinogo lainnya yaitu Nico Sakauw yang sukses cetak 8,474 detik. Pada posisi ke-4 dan ke-5 hadir pasukan dari Chessod dengan joki Eko Chodox dan Hendra Kecil. Sebenarnya masih kurang satu kompetitor lagi ini, tim Garmos yang biasanya mengandalkan Chodox sebagai jokinya, nyatanya lebih memilih absen setelah sebelumnya hadir di event Fun Race di GDS Klaten.

Hendra Kecil sukses dengan motor Chessod Ft Mactel
Hendra Kecil sukses dengan motor Chessod Ft Mactel

Semakin ramai dan seru tentunya kelas ini. Kelas yang sebelumnya tidak terlalu menarik, nyatanya sekarang sudah banyak yang mulai tertarik untuk ikut bertarung di kelas Bebek 2T Standar 116cc ini. Bukan karena hanya budget korek yang lebih murah, tetapi tidak semua mekanik bisa oprek bebek goreng loh. Dengan mengandalkan mayoritas spare part original dan “lawas”, para mekanik tentunya harus memutar otak lebih keras untuk sukses di kelas ini. #MariBerprestasi [ richard ]

APRILIA GM-helm VND Racing PARD