Drag Bike Kajen Pekalongan: Duet Jenglot dan Sinogo Semakin Berbahaya !

Febri Jenglot (Merah), Om Bes (Biru) dan tim | Foto: Richard

BalapMotor.Net – Sebuah kelas yang sebenarnya sudah terhitung lama hadir di kancah pertarungan Drag Bike. Kelas yang selalu ramai diserbu starter, terutama kelas-kelas lokal. Tidak semua mekanik papan atas Indonesia mampu membuat kuda besi di kelas ini. Keterbatasan regulasi dan dikenal sebagai “motor tua”, nyatanya kelas ini punya standar timer yaitu 8,3 – 8,4 detik, bahkan ada yang 8,2 detik.

Sinogo Jogjakarta adalah salah satu tim yang sudah tidak asing lalgi di telinga kita, apalagi tentang prestasinya di kelas Bebek 2T Standar 116cc. Sinogo memang menjadi salah satu jawara di kelas yang kerap dipanggil “bebek goreng” atau “bebek tiet” ini. Setelah Si “Bangor” dan “Igor” (nama 2 motor Sinogo) sukses melalang buana di kancah drag bike. Kini, Om Bes yaitu mekanik dari Sinogo mengeluarkan satu lagi senjatanya.

SSS Racing

“Iya mas, ini motor baru jadi dan langsung di turunkan di event Kajen kemarin. Ehh malah langsung bisa podium pertama, timer 8,3 detik pula hehe”, ungkap Om Bes yang mulai akrab dengan skill jitu dari pemula asal Gombong ini.

Aksi Febri Jenglot (kanan) bersama motor baru Sinogo Jogjakarta | Foto: Richard
Aksi Febri Jenglot (kanan) bersama motor baru Sinogo Jogjakarta | Foto: Richard

Tentu kita sudah sering mendengar akan prestasi yang diitorehkan oleh Febri Jenglot. Ya, menjadi satu-satunya joki asal Gombong yang berhasil memasuki pertarungan sengit Drag Bike Indonesia, tentu bocah ini punya bakat yang tidak bisa diremehkan. Tidak jarang dia berhasil masuk bahkan meminpin podium di kelas-kelas open.

Salah satu contohnya adalah di kelas bebek tiet ini. Jenglot kembali membuktikan kualitasnya, dimana dia berhasil mengeksekusi dengan mulus kuda besi terbaru dari Sinogo Jogjakarta. Catatan 8,396 detik menjadi suguhan yang cemerlang dari Jenglot untuk sang mekanik Om Bes. Motor ini tidak terlalu banyak mengalami perubahan ini, khusus pada ratio, gigi 1(14/36) 2 Standar, 3(19/25) dan 4(23/26).

“Motor sangat terasa tenaganya, untuk start juga enak ngga terlalu liar”, ungkap Febri Jenglot.

Tahun 2016 ini memang banyak bermunculan pembalap pemula yang digadang-gadang akan menggantikan para seniornya di kancah dunia Drag Bike Indonesia. Tunggu ulasan selanjutnya mengenai siapa saja pembalap-pembalap pemula tersebut, hanya di media balap motor kesayangan anda ini yaa. [ richard ]

GM-helm