De Atun dan Eca Sabana Menjadi Ratu di Seri 1 Matic Race Open Banten 2017

BalapMotor.Net – Pratama Teknik Key Product Chilox RC 34 jadikan dua pembalap Wanitanya sebagai Ratu di event Matic Race Open Serang seri 1 (19/2) di Stadion Maulana Yusuf, Serang. De Atun dan Eca Sabana mampu menjadi jawara di kelas khusus Wanita.

De Atun menjadi Ratu di kelas Matic 130cc STD Wanita Open. Sedangkan Eca Sabana sebagai pembalap tuan rumah mampu menjadi yang tercepat di kelas Matic 130cc STD Wanita Banten.

Pembalap asal Subang ini mampu menjadi yang tercepat di kelas Wanita Open. De Atun harus bersaing ketat dengan peserta wanita lainnya. Banyak sekali tekanan yang didapat De Atun ketika Race berjalan.

SSS Racing

Selain dari pembalap lainnya, pembalap  dengan berat badan 48 ini juga mendapat sedikit kesulitan dari bentuk sirkuit dadakan tersebut. Meski demikian, dirinya mampu lewati semua rintangan tersebut dan mendapat hasil sempurna di kota Serang.

De Atun

“ Senang ya bisa juara di sini (Serang). Terlebih bisa kalahin pembalap pembalap kandang ya. Seperti Sypa dan Eca. Terlebih Eca sebagai pembalap tuan rumah dan satu tim . Terlebih aku lihat motor mereka juga lebih kencang dari motor aku. Balapan tadi juga ada kesulitan di tikungan belakang. Kunci rahasia aku bisa juara disini adalah percaya diri dari Skill dan Fisik aku. Dengan jenis aspal seperti ini dan berat badan aku ini, aku pakai ban dengan tekanan angina 18 Depan dan 19 belakang,” ujar De Atun saat ditemui langsung BalapMotor.Net.

Sedangkan Eca yang gagal berhasil menjadi yang tercepat di Matic Wanita Open, mampu buktikan kualitas di Matic Wanita Lokal Banten. Pembalap berhijab ini malakukan kesalahan besar ketika race baru di mulai. Terlempar dari motor ketika star merupakan kesalahan fatal yang dilakukan pembalap mungil itu.

Ini membuat dirinya hanya mampu finish di posisi ke 4 di kelas Open. Tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, Eca mampu balas dendam di kelas Matic 130 cc STD Lokal Banten.

Eca Sabana

“ Tadi di kelas Open aku buat kesalahan. Tadi karena buru buru ya karena motor aku join, aku panik. Aku belum siap jadi lakukan kesalahan. Race Matic Open aku jadikan pelajaran dan tidak aku ulangi. Aku fokus di kelas Lokal. Sempat mendapat perlawanan berat terutama dari Ayatusypa. Tapi alhamdulillah ya bisa juara,” tutup pembalap berhijab itu. Selamat buat kalian.| Dewa

GM-helm PARD