Dadan Alamsyah Meskipun “Ngamen” Tetap Borong Piala di Kejurda IMI Jabar Subang

Yamaha

BalapMotor.Net – Nama Dadan Alamsyah memang sudah tidak asing lagi di telinga pecinta balap motor tanah air, pembalap senior yang kiprahnya sudah tidak diragukan lagi kembali menunjukkan kualitas di ajang kejuaraan daerah balap motor IMI Jabar seri 2 yang berlangsung di sirkuit Gerymang Jabar (8/9).

Bertarung di 5 kelas, yaitu Bebek TU 150cc Open, Bebek TU 125cc Open, Bebek 2T sd 125cc Open, Matik TU 150cc Open & Sport 155cc Open dirinya berhasil menapaki tangga podium di seluruh kelas yang diikuitinya. Spesialnya lagi Dadan mampu menjadi yang tercepat atau juara di 3 kelas.

Menariknya pada seri 2 Kejurda Balap Motor IMI Jabar ini, dari 5 kelas yang di ikuti Dadan, semuanya berbeda tim. Seperti di kelas Bebek 4T TU 150cc Open dirinya bersama tim Megan Jaya Abadi dengan tunner Durazi Performance, di kelas Bebek 4T TU 125cc Open bersama Joey Speed DNH Racing NHK QTT Race Proven berhasil meraih juara pertama di dua kelas tersebut. Sedangkan di kelas Matic TU 150cc Open bersama CLD Empush Racing dirinya harus puas di posisi ke-2.

Sedangkan di kategori 2T di kelas Bebek 2T sd 125cc Open Dadan berhasil mencapai podium juara membela tim ADR Istana Makmur CLD Verus MD & di kelas Sport 2T sd 155cc Open dirinya bersama tim Baba Motor Part ADR Verus MD dengan meraih posisi runner up dibelakang Jafar Munir.

“Meskipun ngamen tetapi setiap race saya selalu berusaha semaksimal mungkin, karena semua pasti inginkan yang terbaik. Apalagi para mekanik yang sudah bekerja keras bahkan sampai lupa tidur. Para pemilik tim juga sudah keluar biaya banyak untuk bisa ikut balapan. Jadi malu saya jika balapan seadanya, untuk berhasil tidaknya itu sudah rezeki yang ditentukan tuhan.” Ungkap Dadan yang mulai berbisnis bakso ini.

Fenomena balapan dengan banyak tim atau biasa disebut “Ngamen” memang sudah lumrah di kelas club event atau pun kejurda. Terlebih bagi kebanyakan pembalap senior, karena menjadi pembalap memang sudah menjadi profesi bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Jadi wajar saja jika pada satu event mengikuti beberapa kelas dengan tim yang berbeda.

Untuk tahun 2019 ini Dadan memang tergabung bersama tim Dewasena Karawang, namun hanya di event Oneprix saja dirinya membela tim tersebut. Di luar event itu, Dewasena pun memberikan kebebasan kepada Dadan untuk balapan bersama tim lainnya. Bahkan di beberapa event, Dewasena ikut mensupport Dadan.

Jadi, seperti apapun kesepakatannya, selama tidak melanggar aturan & bisa menguntungkan kedua belah pihak, kenapa tidak. Selamat untuk Dadan Alamsyah. | Nuadjah

GM-helm SSS Racing