CST Kejurnas Drag Bike Pekalongan : Semakin Ramai, Semakin Panas

GM-helm

BalapMotor.Net – Dengan peraturan penghitungan poin yang diambil dari total di 4 kelas yaitu DB1 ( bebek 4 tak Tune Up s/d 130cc ), lalu kelas DB2 ( Bebek 4 tak Tune Up s/d 200cc), kelas DB3 ( Sport Tune Up Rangka Standar s/d 155cc ) dan kelas DB4 ( Matic TU s/d 200cc ), pastinya balapan CST Kejurnas Drag Bike bakalan semakin seru.

Apalagi jika ditilik dari 4 kelas yang dikejurnaskan tersebut mempunyai basic yang berbeda-beda, ada matic, bebek, sport 2 tak dan bebek super pastinya tidak banyak joki yang mampu menguasai semua type kuda besi tersebut. Di seri 3 yang berlangsung di Alun-alun Kajen Pekalongan kemarin (3/5) Alvan Cebong membawa poin tertinggi disusul oleh Arif Tijil dan Galih Dwi. Namun dilihat di race kemarin Alvan, Arif maupun Galih penampilanya tidak mendominasi di 4 kelas kejurnas.

Alvan Cebeong
Alvan Cebeong

Alvan hanya juara di kelas DB1, di DB2 ke-4, di DB3 hanya ke-16 dan tidak turun di DB4. Lalu Arif Tijil di DB1 ke-8, DB2 ke-5, DB3 dan DB4 hanya berada di posisi ke-14. Sedangkan Galih Dwi JS hanya dapat poin di DB2 degan berada di posisi ke-2 sedang di kelas lainya jump start.

” Sayang banget mas saya tidak ikutan di kelas matic, untungnya masih bisa tercepat di kelas bebek 130 mas. ” tutur Alvan Cebong yang membela tim SJP 33 A.D Conks.

Hal senada juga diungkapkan oleh Galih Dwi dari Kawahara Trijaya Sakti Pells dan juga Arif Tijil dari R9 Vincents Kawahara. ” Sayang banget di seri ini hasilnya kurang memuaskan. ” tutur Arif Tijil dan Galih Dwi.

Sigit Widiyanto selaku kordinator komisi Drag Bike PP IMI
Sigit Widiyanto selaku kordinator komisi Drag Bike PP IMI

Dengan hasil tersebut maka sampai saat ini belum ada dominasi yang kuat di ajang CST Kejurnas Drag Bike. Dan dengan para peserta yang kini mengerti akan penghitungan poin ini mereka pastinya kedepanya bakalan mengatur strategi agar bisa mengumpulkan poin terbanyak agar bisa jadi juara nasional.

” Semakin ramai dan semakin panas, saat ini tidak terlihat ada pembalap yang mendominasi jadi persainganya jadi tambah ramai. Nah disinilah tugas dari manajer tim untuk seri selanjutnya sangat berpengaruh, mudah -mudahan saja gaung Kejurnas Drag Bike semakin naik. ” tutur Sigit Widiyanto selaku kordinator komisi Drag Bike PP IMI yang merupakan penggagas dari Kejurnas Drag Bike di 2015 ini.

Vincents VRG
Vincents VRG

Di seri Pekalongan ini para peserta untuk kelas kejurnasnya juga semakin komplit dan semakin banyak joki dan tim papan atas yang mengikuti ajang ini. Ada yang memang fokus dari awal, dan ada juga yang ikutan CST Kejurnas Drag Bike dikarenakan event besar lainya belum jalan sampai saat ini. Seperti di tim R9 Vincents Kawahara dari Jakarta yang sebenarnya fokus di kelas Matic ini.

” Saya sebenarnya ingin fokusnya di drag TPM dan TDR, namun event TDR kabarnya tidak ada dan TPM masih belum jelas, jadi ikutan di Kejurnas Drag Bike. Dan ternyata seru juga mas.” tutur Vincent bos dari tim yang jokinya Arif Tijil membawa klasemen poin kedua menuju Pekalongan ini. Semakin seru pokoknya kejurnas Drag Bike, ayo siapa lagi nih yang ingin menyandang titel jadi juara nasional Drag Bike. [ luvo ] foto : didit

SSS Racing