Creampie Galuh Tirtonirmolo Drag Bike Seri 2 Klaten : Bonus Berlimpah, Starter Meningkat Tajam

BalapMotor.Net – Gelaran seri 2 Creampie Galuh Tirtonirmolo Drag Bike yang serinya berlangsung di sirkuit GDS Gantiwarno, Klaten (16/8) kini berlangsung lebih semarak dibanding seri perdana. Di gelaran ini jumlah starternya mampu lebih banyak yaitu sekitaran 326 starter yang datang dari berbagai wilayah.

Para peserta yang datang menyerbu event yang berlangsung di sirkuit permanen Drag pertama di Indonesia tentu saja karena di event ini selain ada hadiah juara umum yaitu beberapa unit motor, di seri kali ini juga ada berbagai bonus seperti yang diberitakan oleh BalapMotor.Net sebelumnya.

Selain itu, dibebasinya knalpot di event kali ini juga lumayan berpengaruh menambah jumlah starter.Sebelumnya event yang disupport oleh produsen knalpot balap yang saat ini bisa dikatakan sebagai salah satu merk knalpot racing paling terkenal se Indonesia raya ini mewajibkan penggunaan knalpot Creampie di 2 kelas yaitu kelas Ninja TU dan Ninja Frame Standart.

Triswahyudi Owner Creampie
Triswahyudi Owner Creampie
SSS Racing

” Tujuan dibebaskanya knalpot di seri kali ini yaitu kita ingin agar event di sirkuit GDS ini bisa lebih ramai lagi. Selain kita berpromosi produk kita, kita juga ingin meramaikan sirkuit drag permanen ini agar bisa dilirik oleh para promotor untuk menghajat event. ” tutur Triswahyudi atau yang sering dipanggil Nto-Nto owner dari Creampie Racing Muffler.

Dengan bertambah ramainya event ini, tentu saja semakin membuat GDS Racing Organizer selaku penyelenggara event bertambah semangatnya.Namun sayang sekali di gelaran kali ini bonus untuk pencetak time dibawah 8 detik untuk kelas bebek TU130cc dan pencetak time dibawah 7 detik tidak ada yang memecahkan.

Di kelas Bebek TU130 Yuns Bonce yang menggeber motor dari Bintang Cargo Tama Tung Dregs 55 yang jadi jawara hanya mampu mencetak time 8.251 detik, sedangkan Hendra Kecil yang merupakan pembalap tercepat di event ini belum bisa cetak time dibawah 7 detik. Hendra Kecil hanya mampu mencetak time 7.059detik hanya bisa jadi jawara di kelas Sport TU155 dan gagal dapat bonus 1,5juta.

Bonus best time tidak ada yang dapatkan
Bonus best time tidak ada yang dapatkan

” Saya cukup senang dengan bertambahnya jumlah starter di seri kedua kali ini yang bisa dikatakan cukup signifikan. Dan saya berharap di seri final nanti jumlahnya bisa semakin bertambah lagi. ” tutur Agung Setiawan pentolan dari GDS Racing Organizer yang juga pengelola sirkuit GDS ini.

Untuk seri terakhir nanti, ternyata peraturan one make muffler bakalan diberlakukan lagi loh. Jadi di 4 kelas yang dihitung poin yaitu kelas Ninja TU155, Ninja Frame STD, Bebek 200 dan Bebek 130 untuk kelas Ninja TU 155 dan Ninja Frame STD bakalan wajib knalpot Creampie seperti seri perdana. Kira-kira siapakah yang bisa jadi juara umum, tunggu saja seri terakhir yang akan digelar pada akhir Oktober nanti. [ luvo ]

Agung Setiawan
Agung Setiawan
GM-helm PARD