Cetak 59,8 Detik Saat Latihan, Kete Optimis di Motoprix Tasikmalaya 2018, MP1 Aplikasi Double Injector

Kete saat latihan hari Jumat
GM-helm

BalapMotor.Net – Menghadapi pertarungan putaran kelima Kejurnas Pirelli Motoprix IRC RCB Honda NHK SSS Yamaha Region II Jawa 2018 yang akan berlangsung akhir pekan ini (4-5/8) di Tasikmalaya, Fitriansyah Kete optimis dapat tampil maksimal.

Pembalap dari tim Astra Motor Racing Team Yogyakarta ini optimis mampu membalas hasil buruk di Motoprix Malang 2018 yang berlangsung akhir pekan lalu (28-29/7). Pada Motoprix Malang 2018 sendiri, Kete gagal finish pada dua kelas utama MP1 dan MP2.

Kendala akan sirkuit yang kurang begitu Kete suka membuatnya tidak bisa tampil all out di Malang meskipun sempat berada di barisan depan. Nah, sirkuit Bukit Peusar Kota Tasikmalaya yang merupakan sirkuit permanen tentunya merupakan makanan empuk bagi pembalap asal Samarinda, Kalimantan Timur ini.

Ada beberapa hal yang membuat Kete wajib ditakuti pada balapan akhir pekan ini. Pertama adalah Kete terkenal jago di sirkuit permanen, lalu dia dan tim sudah melakukan sesi latihan sejak hari rabu. Penulis juga mendapatkan bocoran kalau Kete sempat mencetak best time 59.8 detik saat sesi latihan kemarin (2/8).

“Pada intinya saya sangat optimis pada balapan akhir pekan ini. Kita sudah melakukan set up dan kemarin sempat mencetak best time 59.8 detik, semoga saja pada balapan akhir pekan ini tidak ada halangan,” ujar Fitriansyah Kete.

Tetapi, yang paling perlu diwaspadai juga adalah adanya set up baru di Honda Sonic pacuan Kete. Motor garapan MBKW2 tersebut ternyata dicangkoki double injector.Teknologi ini sendiri sudah pernah diterapkan pada tahun 2016, hal ini diungkapka oleh Haris Sakty alias Mlethiz.

Cetak 58,9 Detik Saat Latihan, Kete Optimis Maksimal di Motoprix Tasikmalaya 2018, MP1 Aplikasi Double Injector
Penampakan double injector

“Kalau pakai double injector sebenarnya sudah pernah pakai mas, tepatnya pas dipakai Awhin Sanjaya pada 2016. Nah, baru kali ini kembali dipakai,” ujar Mlethiz yang ditemui penulis langsung di paddock sore tadi (3/8).

Mlethiz menambahkan, dengan double injector ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap puncak tenaga motor. “Kalau untuk power tidak terlalu berpengaruh mas, tetapi bedanya tenaganya lebih berisi dari bawah, lalu kurvanya juga lebih baik,” tambah Mlethiz yang mengaku dengan adanya double injector tersebut cocok untuk sirkuit Bukit Peusar.

Sepertinya balapan akhir pekan ini semakin seru nih. | Luvo

SSS Racing