ARRC 2014 Sentul : Hendriansyah Fikirkan Full Seri Asia, Sudah Males Di Balap Supersport

GM-helm

BalapMotor.Net – Meskipun sudah tergolong berumur, namun ternyata Hendriansyah yang punya julukan sang ” Dewa Road Race ” tanah air ini masih bisa melawan yang muda-muda. Seperti di ajang Petronas Asia Road Racing Championship seri 2 di Sirkuit Sentul Internasional 14-15 Juni 2014. Hendriansyah yang membalap sebagai wild card bersama tim R9 Gandasari Ardians sanggup fight di depan dan bisa jadi jawara di race 2 UB130cc.

Di umurnya yang sudah berkepala 3 ini Hendriansyah mangatakan “Kalau untuk bertarung di ARRC kelas UB 130 sih masih sanggup buat melawan mas.” Ungkap Hendri kepada BalapMotor.Net.

Saat ditanyai perihal adakah keinginan untuk bisa membalap full di ARRC atau yang lebih dikenal dengan sebutan Asian GP Hendri menjawab. ” Untuk itu kita akan bicarakan dengan manajemen tim dan juga sponsor, semoga bisa untuk turun penuh di musim ini, meskipun ketinggalan satu seri di Sepang.” Tambah Hendriansyah.

Hendriansyah ( Tengah ) Bersaing dengan yang muda-muda
Hendriansyah ( Tengah ) Bersaing dengan yang muda-muda

Melihat dari tim yang dinaunginya saat ini, sebenarnya kemungkinan untuk bisa turun penuh kayakya sih terbuka lebar. Apalagi melihat sponsor dari knalpot R9 yang merupakan sponsor dari event ini lalu ditambah tahun lalu tim R9 Racing Team juga turun penuh di ajang balapan tertinggi di Asia ini.

Belum lengkap mengobrol, BalapMotor.Net lalu menambah pertanyaan yaitu soal adakah keinginan untuk bisa membalap di kelas Supersport 600cc lagi, mengingat Hendri dulu pernah beberapa tahun turun full di kelas ini, malahan pernah turun dengan tim dari China yaitu tim China Macau Zhongzen, dan Hendri menjawab.

” Kalau untuk saat ini sih kayaknya masih belum kepikiran mas, soalnya sekarang para sponsor di Indonesia lebih condong untuk berpromosi di balapan bebek. Mungkin pangsa pasar di Indonesia yang masih lebih banyak ke bebek mas. Jika untuk bermain di kelas Sport itu untuk pembalap yang mengejar karier mas, kalau untuk saya ya sudah tidak ke arah situ.” Lengkap Hendri.

Wah benar juga apa kata Hendriansyah, untuk kelas sport memang bisa dibilang untuk kelas penjenjangan ke arah balap dunia. Untung saja sekarang di kelas SS600 cc pembalap dari Indonesia masih tergolong muda usia, seperti Dimas Ekky Pratama dan Yudhistira yang naik podium di Sentul kemarin masih 20an coy umurnya. Pokoknya maju terus balapmotor Indonesia. Luvo

SSS Racing