Andalkan Duo Pemula, Ninja Standar Rakeri Punya Potensi di 7,2 Detik

Ninja Standar Rakeri Arta Jaya tebar ancaman

BalapMotor.Net – Buat yang ngaku dragster sejati pasti sudah tidak asing lagi dong dengan nama tim yang satu ini. Sempat merajalela pada beberapa musim yang lalu. Kini, tim Rakeri Arta Jaya kembali mulai menebar ancaman lewat kelas Sport 2T Standar 150cc. Motor dengan kelir hijau hitam ini memang jarang muncul di event. Namun dari pantauan reporter sendiri, ninja ini sangat mengancam di kelas poin ninja standar event Final AHRS IRC Klaten 2016.

Kala itu yang menjadi eksekutor adalah Jeni Usmant. Joki pemula asal Jatim ini berhasil tembus 7,230 detik, bahkan lebih cepat dari catatan Erwin Sredek yang membesut ninja SRR PRK. Namun sangat disayangkan Jeni Usmant justru tertangkap jump start, alhasil Erwin Sredek lah yang berhak duduk di podium tertinggi kelas ninja standar.

Jeni Usmant dengan ninja Rakeri (kiri)

“Iya mas, waktu itu keberuntungan masih belum berpihak ke kami hehe. Untuk musim balap 2017 ini kami mengandalkan Jeni Usmant dan Dhongkel sebagai joki”, ungkap Philipus Agung sang manajer tim Rakeri Arta Jaya.

SSS Racing

Tim asal Sragen, Jawa Tengah ini dipimpin oleh Cak Madi sebagai juru koreknya. Untuk ninja standar ini, Cak Madi mematok tinggi lubang Ex sebesar 30mm dan lebar 41mm. Nat diseeting 1mm, squish 13 derajat dan kubah 16,5cc. Untuk ratio kompresi ketemu angka 5,97:1.

“Untuk karbu masih pake standar yang direamer menjadi 30mm, skep 31,5mm, pilot jet 68 dan main jet 150. Untuk ratio gigi 1(16/30) 2(20/28) 3(20/23) 4(22/24) 5 dan 6 standar. Untuk finishing kami pakai final gear 13/40”, ungkap Cak Madi yang juga mempercayakan riset knalpot kepada Joyo Racing Muffler (JRM).

Cak Madi juru korek dari Rakeri Arta Jaya

Bukan cuma ninja standar saja yang digadang-gadang akan mampu bersaing di pertarungan drag bike. Bebek 4T TU 130cc milik Rakeri pun juga mengancam loh. Di Final AHRS IRC Klaten lalu, motor ini sempat bertengger di posisi kedua babak penyisihan. Catatan waktunya pun sangat bersaing dengan tim V-Reinz, MBKW2 dan lainnya. Namun nyatanya keberuntungan masih belum berpihak. Trek basah di babak final, berhasil menggagalkan Dani Dhongkel untuk masuk ke podium.

“Kami juga membuka pintu selebar-lebarnya mas untuk para sponsor yang ingin masuk. Kami punya potensi dan siap kembali berjaya di pertarungan drag bike Indonesia”, tutup Philipus Agung.

Oke, masih banyak loh tim-tim yang pernah jaya dimasanya namun sekarang masih “bersemedi” alias ngga nongol. Ayoo bro cepat kembali ke jalan yang lurus…#MariBerprestasi [ richard ]

GM-helm PARD