AHRS IRC Drag Bike Boyolali, Berkualitas Karena Hadiah Dan Kemasanya Spesial

BalapMotor.Net – Di tahun 2016 ini gelaran AHRS IRC Indonesia Drag Bike Championship (AIIDBC) bisa dikatakan menjadi event drag bike yang paling bergengsi di Indonesia selain event Kejurnas. Gelaran ini menjadi seperti event wajibnya para tim dan pembalap papan atas drag bike di Indonesia.

Contohnya saja di seri ke-3 ajang AIIDBC yang berlangsung di Boyolali, Jawa Tengah (10/4). Sebanyak 488 starter turun memanaskan trek lurus di jalanan komplek Alun-Alun kota yang terkenal dengan nama kota susu ini.

AHRS IRC Drag Bike Boyolali, Berkualitas Karena Hadiah Dan Kemasanya Spesial
AHRS IRC Drag Bike Boyolali, Berkualitas Karena Hadiah Dan Kemasanya Spesial
LENKA MiniGP SSS Racing

Di gelaran yang digarap oleh Erdeve Indonesia dan disupport penuh oleh AHRS dan ban IRC ini para pembalap papan atas Indonesia seperti, Eko Sulistyo, Hendra Kecil, Alvan Cebonk, Tony Chupank, Niko Sakau, Imam Ceper, Dwi Batank memberikan penampilan terbaiknya.Mereka tentu saja mempunyai alasan mengapa memilih turun full di gelaran AIIDBC ini.

Bicara hadiah, memang saat ini di gelaran AIIDBC bisa dikatakan hadiahnya cukup wow. Tidak hanya hadiah juara umum nya saja yang totalnya hampir 100 juta, disetiap serinya juga hadiahnya cukup besar. Namun ternyata selain ini para pembalap mempunyai alasan lain yang membuat mereka turun. Alasan gengsi menjadi alasan yang juga cukup kuat. Gengsi disini adalah dikarenakan gelaran AIIDBC memang cukup bergengsi.

Nanda Wijaya dan Unang Wijanarko
Nanda Wijaya dan Unang Wijanarko

” Alasan turun disini ya karena event ini cukup bergengsi, selain itu hadiahnya juga cukup besar.” tutur Nanda Wijaya salah satu joki new comer yang mulai diperhitungkan ini. Selain Nanda, Niko Sakau, Alvan Cebonk. Saiful Cibef dan beberapa pembalap lainya juga mengatakan hal yang sama dengan Nanda Wijaya.

Selain para pembalap, punggawa tim ternyata juga mempunyai alasan yang hampir sama. Contohnya saja Arif Sigit Wibowo alias Pele, punggawa sekaligus mekanik dari tim Kawahara Trijaya Sakti Pells Racing ini menurunkan timnya full seri di event AIIDBC 2016. ” Selain kejurnas Drag Bike, ini event yang paling bergengsi mas. ” tutur Pele.

Nah untuk menjadi gelaran yang cukup bergengsi ternyata Erdeve Indonesia mempunyai kiat tersendiri. Sama seperti yang menjadi alasan para peserta diatas, Erdeve Indonesia juga terus berbenah agar gengsi dari gelaran AIIDBC semakin naik.Salah satu caranya adalah dalam pengemasan dan pemilihan lokasi gelaran, selain itu hadiah yang terus ditingkatkan. Hal ini diungkapkan oleh Yudha Prasetya selaku CEO Erdeve Indonesia.

Arif Sigit Wibowo alias Pele
Arif Sigit Wibowo alias Pele

” Kita akan terus berusaha untuk belajar dan terus belajar agar gelaran ini terus ada peningkatan. Agar gelaran ini menjadi naik gengsinya, kita mencoba untuk terus berbenah terutama di pemilihan serta pengemasan event. Selain itu untuk hadiah sendiri kita terus meningkatkan jumlahnya. Di tahun ini hadiah juara umumnya sampai 3 dan jumlah totalnya tentu lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 1 unit mobil untuk juara 1 saja. Selain itu, hadiah untuk kelas utama di tiap serinya juga kita tingkatkan di tahun ini. ” tutur Yudha Prasetya yang merupakan mantan Joki Drag Bike di 2000an ini.

Jadi apa yang dilakukan oleh Erdeve Indonesia di gelaran AIIDBC patut dicontoh nih oleh promotor balap lainya. Intinya peningkatan mutu gelaran, serta hadiah untuk pembalap, pasti diserbu. [ luvo ]

Yudha Prasetya selaku CEO Erdeve Indonesia
Yudha Prasetya selaku CEO Erdeve Indonesia
Aksi Wiwi Mungil, ladies Joki dari Karawang
Aksi Wiwi Mungil, ladies Joki dari Karawang
APRILIA GM-helm VND Racing PARD