Turun Perdana, Honda Blade 125 Injeksi Pemula Simple Concept Langsung Beringas

Honda Blade 125 Simple Concept, Honda Pemula Pertama yang pakai injeksi

BalapMotor.Net – Selama ini Honda Blade 125cc injeksi di balap baru turun di kelas seeded saja. Namun tim Honda Simple Concept Ole DRC di seri final Honda Racing Championship (HRC) mencoba menurunkan motor Blade 125cc injeksi di kelas pemula HRC4. Sebelumnya rata-rata peserta menurunkan Honda Blade 125cc injeksi namun diubah sistem pengkabutan bahan bakarnya dengan karburator.

Turun dengan pembalap asal Kalimantan Timur yaitu Tri Agung SP, motor garapan Mithayanto dari Fasttech ini langsung menunjukan taringnya. Tri Agung SP yang di musim ini membalap di Jawa bersama tim Arya 117 Motorsport ini mampu berada di posisi ke-5 di babak kualifikasi. Sedangkan saat di race Tri Agung selalu di barisan depan dan finish di posisi ke-12 di race 1 karena sempat terjatuh. Dan di race 2 mampu berada di posisi ke-5 namun sempat memimpin.

Tri Agung SP saat memacu Honda Blade Injeksi Simple Concept di final HRC Kemayoran
Tri Agung SP saat memacu Honda Blade Injeksi Simple Concept di final HRC Kemayoran

” Ini merupakan motor pemula MP3 Honda yang menggunakan injeksi, dan hasilnya sudah mampu melawan motor-motor karbu.” tutur Robby Yudha Kurniawan manajer dari tim Honda Simple Concept Ole DRC.

SSS Racing

Untuk perangkat injeksi di motor ini,Antok Fasttech menggunakan throttle body custom berdiameter 24mm dengan singgel injektor dari Honda CB150R.Untuk ECU sendiri motor ini sudah cocok menggunakan ECU dari A Racer tipe RC1.

Mithayanto Antok Fasttech
Mithayanto Antok Fasttech

Karena motor injeksi di balap dianggap kalah torsi putaran, Mithayanto mencoba menaikan kompresi mesin. Kompresi mesin yang digunakan pada motor berkelir merah putih ini dipatok 12,4:1. “Saya mencoba untuk menaikan kompresi mesin, alasanya untuk menaikan torsi untuk menaikan torsi mesin. Saya mematok kompresi 12,4:1 di motor ini.” tutur Mithayanto.Untuk tenaga motor saat di dyno sendiri, Antok membocorkan tenaganya yaitu 23,3 HP dan itu lebih tinggi dibandingkan saat menggunakan karbu. ” Tenaganya lebih tinggi, saat di dyno tenaganya 23,3 HP kalau untuk yang karbu masih 22,8 HP. ” tambah Antok fasttech yang menggunakan gigi rasio AHM type 8 ini.

Riset di akhir tahun 2016 dan langsung menunjukan hasilnya ini tentu saja menjadi ancaman di tahun depan. Di tahun depan sepertinya motor Blade injeksi bakalan menjadi saingan berat Yamaha Z1 injeksi yang sudah mampu melawan motor karbu di Kejurnas Motoprix Jawa. [ luvo ]

Spesifikasi mesin:

Throttle body : custom
ECU : A Racer RC1
Injektor : CB150R singgle injektor
Noken As : Durasi 275 derajat, overlap 3,2
Kompresi mesin : 12,4:1
Knalpot : DRC
Rasio : AHM Type 8
Power : 23,3 HP

GM-helm PARD