Ini Loh Jeroan Ninja FFA Timer 6,8 Detik Oleh Chodox

BalapMotor.Net – Duet maut tahun 2017 ini memang layak disematkan kepada Eko Chodox dan Setyoko Penceng. Ya, sejak keduanya tergabung dalam satu tim yaitu Sumber Agung IRC, tak henti-hentinya mereka membuat kejutan. Setelah menggebrak timer 6,9 detik di awal tahun, kemarin di event PDB Banjarpatroman, Chodox kembali menajamkan waktu hingga 6,835 detik!!! Cek HASIL

Penceng sebagai mekanik muda penuh talenta ternyata sangat klop dengan gaya balap yang dimiliki Eko Chodox. Di penyisihan, Chodox juga sudah tembus di timer kepala 6 detik dan akhirnya bisa dinyatakan kembali dibabak final. Meskipun Chodox sempat merasa kesal, ketika di race Sport 2T TU 155cc, dia justru tertangkap Jump Start. Namun bukan Chodox Si “Raja Drag Bike” namanya kalo langsung menyerah. Di race final FFA, Chodox melaju di line kiri dan sukses melesat cepat ‘bak jet darat.

“Puji Tuhan mas untuk PDB Seri 2 ini, bisa mengumpulkan banyak poin dan cetak rekor juga hehe”, ungkap Chodox yang mencatatkan dirinya sebagai pemegang rekor ninja tu di Indonesia.

SSS Racing

Selain rekor ninja tu, Chodox juga sukses mencetak rekor di kelas Bebek 4T TU 200cc atau yang lebih dikenal dengan FU 200. Namun untuk kelas tersebut akan dibahas lebih detail di berita selanjutnya yaa.

Ubah Settingan Knalpot

Setyoko Penceng selaku mekanik mengaku hanya melakukan perubahan pada settingan knalpot pada ninja tu Sumber Agung IRC ini.

“Untuk knalpot saya masih pakai Creampie Muffler Jogja mas. Cuma kali ini saya pakai ukuran silincer yang lebih panjang. Tujuannya supaya motor lebih nyambung dan selalu ada power disetiap oper gigi”, ungkap Setyoko Penceng mekanik asal Klaten ini.

Stroke dinaikkan 1mm selain membantu menaikkan kapasitas mesin menjadi 155cc, juga akan menambah power motor yang akan lebih teriak sejak awal buka gas. Nah untuk mengkali power yang kuat ini, ratio juga diperberat agar motor tidak mudah jumping. Ratio 1(17/30), 2(20/28), 3(20/24) 4(22/23) gigi 5 dan 6 masih memakai bawaan pabrik.

Untuk lubang Ex sendiri dipatok diangka 42 dan tingginya 27,5. Suplai bahan bakar dibantu dengan karburator AirStrike 48mm. Sedangkan untuk pengapian, Penceng masih memakai pengapain standar ninja bawaan pabrik.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa knalpot sangat berpengaruh di mesin 2T. Seperti yang dikumandangkan oleh A. Graham Bell dibukunya, dimana knalpot memiliki 30% pengaruh di sistem mesin 2T. Jadi buat balapmania yang gemar main mesin 2T, coba dicek apakah knalpot kalian sudah maksimal atau setidaknya sudah seirama dengan spek mesin yang kalian miliki? [ richard ] 

GM-helm PARD