BalapMotor.Net – Colomadu, Karanganyar – Workshop spesialis 2-tak, YR2STROKE yang dikomandoi oleh Yudistira Rachman kembali menghadirkan karya istimewa. Kali ini, mereka merilis Yamaha 125ZR 5BU Special Livery GO M1 Edition 2002, sebuah unit tribute yang terinspirasi dari momen emas saat Valentino Rossi meraih gelar juara dunia MotoGP 2004 bersama Gauloises Yamaha Team.
Mengusung livery GO M1 yang ikonik dan terbilang langka, motor ini bukan sekadar hasil restorasi biasa. YR2STROKE menyebutnya sebagai simbol kejayaan balap dunia yang “dihidupkan kembali” dalam format underbone legend. Basis yang digunakan merupakan unit asli tahun 2002 full paper 5BU, dengan warna biru original serta body OEM Yamaha Hong Leong Malaysia lengkap dengan striping asli.
Restorasi dilakukan total luar dalam tanpa kompromi. Detail pengerjaan dibuat presisi demi mempertahankan karakter klasik sekaligus meningkatkan performa. Sejumlah part premium kelas dunia disematkan, mulai dari Brembo, Ohlins, Keihin, Accossato, HEL, Morpheus Titanium Grade 5, Daytona GP Wheel Japan, hingga Mychron 5S—semuanya original dan dipilih untuk mendukung konsep “Underbone Look, Full Spec Performance.”
“Motor ini kami bangun bukan hanya untuk tampil keren, tapi juga punya performa dan kualitas terbaik. Setiap detail kami kerjakan serius, dari basis asli 2002 sampai part yang kami pilih benar-benar tanpa kompromi,” ujar Yudistira Rachman.
Ia menambahkan bahwa proyek ini merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah balap dunia sekaligus pembuktian bahwa motor 2-tak tetap memiliki prestige tersendiri. “Ini bukan hanya 125ZR. Ini adalah tribute untuk era emas balap dunia. Sebuah penghormatan untuk sejarah, dan kebanggaan bagi pecinta 2STROKE,” lanjutnya.
Dengan konsep siap harian, siap touring, sekaligus siap menjadi pusat perhatian di setiap event, unit langka ini ditawarkan di angka Rp 325 juta (nego) untuk pembeli serius. Sebuah angka yang sepadan bagi kolektor maupun enthusiast yang memahami nilai sejarah dan eksklusivitas di baliknya.
YR2STROKE sekali lagi membuktikan bahwa restorasi bukan sekadar mengembalikan kondisi, tetapi juga menghadirkan kembali sebuah era. (**)




















































































