BalapMotor.Net – FU200 Team Ghoip (TGP) asal Lamongan, Jatim akhirnya terbukti menjadi yang tercepat dalam ajang bergengsi Kawahara IRC IDC 2017. Lewat Adit Setiawan alias Adit Coco, tim yang penuh misteri ini sukses taklukan deretan FU lainnya yang ikut serta berlaga.
Nah, pertanyaan menarik tentu apa rahasia dan kunci suksenya menjadi FU tercepat di Final Round Kawahara IRC IDC 2017. Lewat sang juru korek langsung, yakni Yoga Ilham Sayekti coba buka suara.
“Rahasianya ada pada RPM rendah. Motor dominan tidak teriak namun tetap jalan. Dengan memanfaatkan RPM rendah pun kita lebih awet perangkat dan sperpart. Selain itu, motor lebih tahan lama dan tidak boros dalam perawatan.” Buka Yoga, juru korek yang bermarkas di Babat, Lamongan, Jatim.
Tentu dengan kompresi rendah untuk pacuan bebek 200cc menjadi jurus yang berbeda dengan pacuan lain. Di sini sang tunner lebih memilih keawetan mesin, namun tetap hasilnya luar biasa. Best time sudah tembus 7,0 detik dan konsisten diangka 7,1 detik.
“Untuk kompresi dipatok angka 15.1 dengan piston dari Kawahara. Lift noken 8,5 in ex, CDI BRT I-Max 24 Step dengan timing tertinggi 37 derajat. Karbu PWK 38 airstrike dan knalpot RCB1 dengan type ex lurus.” Tambah Yoga seraya beberkan hitungan rasio 1(14-29), 2 (15-24), 3 (19-26), 4 (21-23), 5 (23-23) dan 6 (25-23).
So, dengan konsistensi ini diprediksi FU200 TGP akan menjadi pacuan yang menakutkan dalam persaingan bebek 4T TU 200cc musim depan. Ayo lawan! | Yugo
Data Modifikasi:
- Suzuki Satria FU 200cc TGP (Team Ghoip)
- Mekanik: Yoga
- Alamat: Babat, Lamongan, Jatim
- Kompresi: 15.1
- Lift Noken: 8,5 in-ex
- CDI: BRT i-max 24 step
- Timing: 37 derajat
- Karbu: PWK 38 Airstrike
- Knalpot: RCB1
- Rasio: 1(14-29), 2 (15-24), 3 (19-26), 4 (21-23), 5 (23-23) dan 6 (25-23)