WorldSBK Donington Park: Melandri Punya Target Podium, Tetap Waspadai Duo Kawasaki

WorldSBK Donington Park: Melandri Punya Target Podium, Tetap Waspadai Duo Kawasaki
Melandri ingin bisa naik podium di Donington Park | foto: gpone

BalapMotor.Net – Balapan di Imola mengecewakan buat Marco Melandri, yang membuat dirinya harus puas finish di urutan kelima. Hadapi balapan di Inggris pembalap tim Aruba.it Racing berharap bisa kembali naik podium, setelah hasil yang kurang memuaskan di seri sebelumnya.

“Hari yang kami habiskan di Mugello pada minggu lalu benar-benar hebat dan penting, karena dalam tes post-race resmi di Aragon kami tak dapat melakukannya. Naik setelah kecelakaan, dan terutama karena masalah yang dihadapi Imola. Saya pikir kami telah membuat langkah maju di beberapa aspek,” kata Melandri.

Melandri berhasil rebut kemenangan di Inggris pada tahun 2012 bersama BMW. “Saya sangat menyukai sirkuit Donington, dan saya berharap cuacanya akan baik. Kami ke sana dengan percaya diri, namun ada kesedihan mendalam saat Nicky sudah tidak ada. Sulit memahami situasi berkabung ini, dia akan melewatkan balapan begitu saja, yang pasti pikiran saya ada bersama dia (Nicky) dan keluarganya.” tambah Melandri.

SSS Racing

Chaz Davies juga berharap kembali bisa menang, setelah hasil yang luar biasa di Imola. Namun, Donington adalah salah satu sirkuit yang bersahabat buat Sykes. Davies tentu punya saingan yang harus diwaspadai, dari empat edisi terakhir di Donington, Sykes selalu tampil mendominasi.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kami semakin dekat dengan sasaran dan lebih kompetitif disana, dimana Sykes selalu jadi patokan. Tahun lalu, meski telah melewatkan satu jam latihan pada hari Jumat, kami berhasil naik podium, jadi saya siap menghadapi tantangan tersebut,” kata Chaz Davies.

Chaz juga merasakan kesedihan mendalam usai Nicky meninggal dunia. “Saya merasa hancur dan kehilangan seseorang yang bukan hanya pembalap melainkan juara dunia, yang dihormati dan mapan. Karakter Nicky, dia adalah pria yang hebat, ramah dan taat, dan sosok yang dihormati. Kami kehilangan sang legenda hidup, baik di dalam dan diluar sirkuit,” tambah Chaz Davies. (Deni)

GM-helm PARD