Turunkan Bobot Demi Target Juara Dunia, Scott Redding Gowes Lintas Benua

| Foto: IG - Scott Redding

BalapMotor.Net – Scott Redding terus mempersiapkan diri jelang dimulainya Kejuaraan Dunia Superbike (WorldSBK) 2021. Tak tanggung-tanggung, musim ini dia ingin meraih titel Juara Dunia.

Pembalap asal Inggris tersebut berharap tahun ini dapat menggeser dominasi Jonathan Rea. Berbagai latihan pun telah dilakukan oleh pembalap dari tim Aruba.It Racing – Ducati ini. Seperti berlatih dengan motor Ducati Panigale V4 S hingga bersepeda.

Aktivitas bersepeda memang menjadi rutinitas Redding. Bahkan, dia sudah bersepeda melintasi jarak yang sangat jauh di Amerika dan Eropa sepanjang musim libur ini, termasuk menaiki Pegunungan Alpen.

Scott Redding
SSS Racing

Selain menjaga kebugaran fisik, dia juga ingin menurunkan berat badan. “Persiapan saya adalah menjadi Juara Dunia, jadi saya mendedikasikan hidup saya untuk itu. Ini adalah sesuatu yang telah saya ubah dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Redding dilansir dari WorldSBK.

“Bagi saya berat adalah hal yang besar, karena saya melampaui ambang batas untuk orang lain. Saya ingin setidaknya menjangkau jarak dengan orang lain. Jadi, saya sering bersepeda, saya hanya mendedikasikan setiap hari untuk menjadi yang teratas di akhir musim 2021,” lanjutnya.

Masalah berat badan memang menjadi salah satu kendala Redding di musim 2020 lalu. Dia tidak bisa menggunakan ban SCX seperti pembalap lain yang lebih ringan. Padahal ban tersebut cukup ampuh khususnya untuk Superpole.

“Ini adalah ban yang bagus untuk dimiliki untuk Superpole Race karena kami benar-benar dapat mengeluarkan seluruh tenaga, bensin penuh, selama sepuluh lap. Pengendara yang lebih kecil dan lebih ringan dapat menggunakan ban SCX untuk jarak balapan penuh dan pengendara yang lebih besar tidak dapat menggunakan ban tersebut, sehingga mereka memiliki keuntungan. Tidak ada batasan gabungan antara pengendara dan berat motor di WorldSBK yang menurut saya akan penting untuk ditambahkan di masa depan,” tutup pembalap berusia 28 tahun itu.

GM-helm PARD