Sistem Dranaise Jelek, Jadi Penyebab Sirkuit Losail Tak Layak Kalau Hujan

Kondisi sirkuit Losail Qatar | foto: motorsport

BalapMotor.Net – Loris Capirossi perwakilan Dorna Sports S.L., di Race Direction salahkan sistem drainasi Sirkuit Losail jadi penyebab batalnya FP4 dan sesi kualifikasi. Hujan deras yang mengguyur Sirkuit Losail sejak Jumat malam, berimbas pada kacaunya jadwal pada Sabtu malam. Trek basah, dan terdapat genangan di area run-off serta gravel.

Genangan air di sirkuit Losail | foto: motorsport

Para Marshal terus bekerja keras mengeringkan permukaan trek. Akan tetapi, upaya itu tidak membuahkan hasil, karena hanya mengering 80% saja. “Masalah utama trek adalah tidak ada drainase, karena kami tidak menduga akan hujan seperti ini di Qatar,” ucap Capirossi.

“Kami mengetahuinya, selama tes (pra-musim) Moto2 dan Moto3, dan hari ini (Sabtu) kondisinya seperti itu. Di run-off area tikungan 8, areanya hampir seperti danau, masalah utama adalah sistem drainase, air datang dari bawah. Kami coba buang dengan pompa, tetapi tidak berjalan dengan baik, air datang lagi setelah 10 menit. Inilah alasan kami tunda, tetapi kami tidak bisa selesaikan masalah, karena trek juga tidak siap,” tambahnya.

Balap Siang atau Malam Tampak Mustahil
SSS Racing

Capirossi akui bahwa masalahnya terletak pada sistem drainase, saat hujan deras mengguyur Losail akhir pekan ini. Namun, hal itu akhirnya bermasalah juga pada jadwal balap siang atau malam hari nantinya.

Pada musim 2009, balapan malam di tertunda karena hujan, dan para pembalap ragu untuk berlaga di trek dengan pantulan cahaya dari lampu penerangan sirkuit di permukaan yang basah, namun Capirossi laporkan kalau kondisi itu aman usai dilakukan tes baru-baru ini.

“Saya pikir dengan pengalaman seperti ini, siang atau malam, itu tampak mustahil untuk balapan saat kondisinya hujan,” tegas Capirossi. “Tanpa drainase yang baik, tak bedanya balapan siang atau malam hari. Ini bukan hanya di Qatar saja, tetapi di semua trek akan sama saja. Ketika air menggenang di permukaan trek, kami harus membatalkan,” tambahnya. (Deni)

GM-helm PARD