Poncharal Mengaku Senang Bermitra dengan KTM dan Red Bull, Proyeknya Jelas

poncharal-mengaku-senang-bermitra-dengan-ktm-dan-red-bull-proyeknya-jelas
Herve Poncharal mengaku senang bermitra dengan KTM dan Red Bull | Foto: speedweek
Yamaha

BalapMotor.Net – Bos Tech 3, Herve Poncharal mengaku senang bermitra dengan KTM dan Red Bull untuk proyek MotoGP, menurutnya ini adalah proyek yang besar. Meski banyak pihak yang meragukan kiprah Tech 3 di MotoGP musim ini.

Tech 3 sudah menjalani tes di Valencia dan Jerez, hasilnya memang mengecewakan. KTM RC16 yang akan menjadi tunggangan dari Syahrin dan Oliviera masih memiliki kekurangan, tetapi itu adalah hal yang wajar mengingat ini merupakan musim ketiganya turun di MotoGP.

poncharal-mengaku-senang-bermitra-dengan-ktm-dan-red-bull-proyeknya-jelas
KTM RC-16 dinilai masih punya kekurangan di beberapa area | Foto: speedweek

Meskipun begitu bersama dengan KTM, Tech 3 merasakan ada perlakuan yang berbeda, seperti yang mereka inginkan selama ini. Dimana Tech 3 inginkan adanya koneksi yang lebih dekat dengan pabrikan, layaknya LCR dengan Honda dan Pramac dengan Ducati.

“Saat berada di KTM, saya langsung merasa bahwa kami lebih dari sekedar mitra. Kami bertukar informasi juga pengalaman dengan semua orang yang terliba dalam proyek KTM di MotoGP, dan juga Moto2. Saya sangat kagum dengan semua orang di sini, terutama dengan Bos Red Bull dan Bos KTM. Memiliki kesempatan bekerja dengan mereka dan proyek di MotoGP, merupakan sesuatu yang penting,” kata Poncharal, dikutip dari laman speedweek.com.

“KTM memiliki slogan ‘Ready to Race’ tentunya ini untuk memperkuat brand Red Bull juga KTM, demi tingkatkan penjualan. Jika penjualan terus mengalami peningkatan, tentu posisi kami di sini akan baik-baik saja. Jadi, kami di sini memiliki tujuan yang jelas, membangun koneksi yang bagus di motorsport dan meningkatkan penjualan. Saya menyukai hal ini,” tambahnya.

Berbeda halnya saat bermitra dengan Yamaha, Tech 3 menilai meski merupakan perusahaan yang besar koneksi yang dibangun tak solid, bahkan mereka tak tahu persis siapa yang menjadi bosnya. Di sisi lain, orang yang menduduki jabatan penting sering diganti.

“Berbeda halnya dengan saat bersama Yamaha. Meskipun perusahaan besar, Anda tidak pernah tahu secara pasti siapa yang menjadi bosnya. Terkadang yang datang untuk memberi dukungan langsung, sudah dikatakan Bos, tetapi pada akhirnya itu bukan Bos yang asli. Di sisi lain orang-orang yang memegang jabatan penting di Yamaha seringkali diganti,” papar Herve Poncharal. [DK]

SSS Racing GM-helm