Pertarungan Vinales-Marquez, Akan Sengit Demi Gelar Juara

Pertarungan Vinales-Marquez | foto: gpone

BalapMotor.Net – Media Spanyol tengah hangat membicarakan tentang persaingan Marquez-Vinales, di satu sisi ada yang ingin mempertahankan gelar juara dan di sisi lain ada yang ingin merebut gelar juara dunia di musim perdananya, musim ini seperti yin dan yang. Marc Marquez jalani start buruk pada musim ini, hanya finish di urutan ke-4 GP Qatar dan gagal finish di GP Argentina.

Sedangkan Vinales terus tampil gahar, dengan berhasil menang di Losail dan Termas de Rio Hondo, dua kemenangan beruntun adalah pencapaian luar biasa buat Vinales, seperti pembalap Yamaha di era 90an, ketika itu Wayne Rainey di kelas 500cc berhasil menang balapan di dua balapan awal di Suzuka dan kemudian Laguna Seca.

Maverick kini nyaman di puncak klasemen sementara dengan 50 poin, sedangkan Valentino Rossi berada di urutan kedua (-14 poin), Dovizioso (-30) di urutan ketiga, dan Marquez (-37) tertinggal jauh di urutan kedelapan.

SSS Racing

Berbicara stastik, 26 tahun terakhir balapan di kelas utama, pembalap yang berhasil di dua balapan awal berpeluang meraih gelar juara dunia, seperti Rossi pada musim 2001, Doohan pada 199 dan 1997, dan Rainey pada tahun 1990.

Namun, tak semuanya mulus, ada dua pembalap yang menang di dua balapan awal tetapi gagal raih gelar juara, di musim 1999 Kenny Roberts Junior memenangkan dua balapan pertama, tetapi Criville yang jadi juaranya musim itu, sedangkan di musim 1992 Doohan yang berhasil menang di dua balapan awal, tetapi Rainey yang jadi juaranya.

Statistik pembalap dari musim ke musim di dua balapan awal | foto: gpone

Secara statistik, tak selalu yang menang di dua balapan awal jadi juaranya, Jorge Lorenzo berhasil jadi juara dunia MotoGP 2015, dengan tak berhasil tempati podium di dua balapannya dan hanya mengumpulkan 26 poin saja.

Bahkan Stoner meraih gelar juara dunia di musim 2011 dengan hanya kumpulkan 25 poin dari dua balapan awal, dengan sekali menang dan gagal finish di dua balapan awal. Jadi masalahnya bukan pada dua balapan awal, tetapi siapa yang mampu tampil konsisten di dua balapan awal. (Deni)

GM-helm PARD