MotoGP Austria 2016: Yamaha Akui Jarak Dengan Ducati “Cukup Signifikan”

Valentino Rossi di sela-sela latihan bebas Red Bull Ring | autosport

BalapMotor.Net – Yamaha akui adanya jarak yang cukup signifikan dengan Ducati di MotoGP Austria, hal itu dibuktikan dengan mampu konsistennya para pembalap Ducati yang berada di urutan tiga teratas pada sesi latihan bebas hari pertama.

Ducati mampu mengulang kesuksesannya saat berhasil tampil dominan di tes tertutup yang berlangsung selama dua hari di sirkuit Austria yang baru kembali ada dalam kalender MotoGP sejak 1997 silam. Tentu karena cuaca yang dingin membuat keuntungan tersendiri yang mampu dipertahankan pada Jumat Sore dengan Michelin.

Andrea Dovizioso dan rekan setimnya Andrea Iannone mampu menempati urutan 1 dan 2 pada FP2, sedangkan di urutan ketiga ada pembalap Suzuki Maverick Vinales yang berjarak 0.854detik dari Dovizioso. Di urutan keempat ditempati pembalap Veteran asal Movistar Yamaha Valentino Rossi yang berjarak 0.012detik dibelakang Vinales, sedangkan Lorenzo tercecer di urutan ke-8.

SSS Racing

“Kami memulai FP1 dengan settingan yang telah kami siapkan hampir tiga minggu sebelum mengikuti, tetapi kondisinya berbeda, kondisinya sangat dingan dan ban baru yang dibawa Michelin menimbulkan kesulitan akibat cuaca yang seperti itu,” kata direktur Tim Yamaha Massimo Meregalli.

“Untuk itu kami harus kembali melakukannya dari nol lagi demi menemukan settingan terbaik. Untuk besok kami akan bangun yang lebih kuat, demi mempertipis kesenjangan yang ada. Kami telah banyak mendapatkan data yang kami perlukan dari tes hari ini, kami yakin Jorge tak nyaman dengan motornya, sedangkan Vale memang sudah nyaman, namun masih melakukan perbaikan untuk lebih lagi, kami berharap cuaca akan bersahabat,” tambahnya.

Hasilnya kalau boleh dibilang tak memuaskan buat Lorenzo, apalagi untuk paruh kedua ini sang pembalap harus terus mendapatkan poin demi menjaga asa untuk kembali mendapatkan gelar juara dunia. Maka dari itu, jelang balapan dimulai akhir pekan ini sang pembalap dan tim harus mampu segera melakukan perbaikan. (Deni)

 

GM-helm PARD