MotoGP 2015 : Badley Smith Dan Pol Espargaro Tetap Di Pertahankan Tech 3 Musim Depan

Bradley Smith Dan Pol Espargaro

BalapMotor.Net – Herve Poncharal selaku bos dari tim Monster Yamaha Tech 3 akan tetap mempertahankan duet pembalapnya pada tahun 2016 nanti, yaitu Bradley Smith dan Pol Espargaro. Smith saat ini “nangkring” di posisi ke-6 pada perolehan poin sementara. Rekan se tim nya, Pol Espagaro berada 2 posisi di bawah Smith.

“Jika Anda bertanya kepada saya tiga bulan lalu saya akan mengatakan hampir tidak mungkin untuk mempertahankan pembalap yang sama karena kita berada dalam dunia olahraga, tetapi di dunia bukan hanya soal bisnis yang dikedepankan. Kami disini untuk menghibur dan menciptakan beberapa “buzz” dan tentunya menjadi perhatian media di dunia”, kata Poncharal sesaat setelah race di Assen.

“Dan jika Anda memegang Bradley selama empat tahun, Pol selama tiga tahun, apalagi disaat Anda tahu bahwa pabrik Honda, Yamaha, Ducati dan Suzuki tidak akan berubah, untuk kalian dan para fans itu adalah sedikit membosankan. Jadi saya akan menghadirkan sebuah pemandangan baru”.

SSS Racing

“Hari ini saya memberitahu Anda, jika saya harus memutuskan sekarang, sesaat sebelum Assen, saya akan menjaga dua pembalap kami. Bradley menunjukkan progres yang baik di setiap balapan dan saya juga yakin Pol akan kembali pada peforma terbaiknya. Jika saya ingin tetap bekerja sama dengan mereka berdua”.

Tech 3, tim satelit Yamaha yang memiliki sejarah panjang dengan memberikan kesempatan pertama bagi para pembalap untuk berlaga di MotoGP.

Sejak bergabung dengan kelas utama dengan menaklukan kelas 250cc lewat Olivier Jacque dan Shinya Nakano pada tahun 2001, sedangkan untuk musim MotoGP pertama mereka dengan Tech 3 adalah beberapa pembalap seperti Toni Elias, Sylvain Guintoli, James Toseland, Ben Spies, Cal Crutchlow, Smith dan Espargaro.

Bradley Smith dan Pol Espargaro

Menurut kacamata Pocharal, kelas Moto2 mulai menjadi bidikannya. Ada 3 pembalap yang dirasa akan dinaikkan kelas nya ke MotoGP. Smith dan Espargaro dirasa sudah matang dalam hal usia dan pengalaman.

“Jelas tiga orang yang dimaksud adalah Tito Rabat, Sam Lowes dan Johann Zarco yang dirasa memiliki potensi untuk naik ke kelas MotoGP”, kata Poncharal. “Saya pikir ketiga orang ini sudah sangat memenuhi syarat untuk pindah ke kelas MotoGP.

“Tapi seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, jika saya harus memutuskan sekarang, maka saya akan menjaga dua pembalap saya saat ini. Karena salah satu dari tiga nama pembalap Moto2 tadi, tentunya harus beradaptasi dulu dengan persaingan keras di MotoGP.

“Pembalap kami saat ini berusia hampir sama dengan mereka, atau sedikit lebih muda dan mereka sudah memiliki pengalaman. Saya ingin dan perlu orang yang dapat memberikan prestasi saat ini. Untuk itulah alasan saya akan mempertahanakan Smith dan Pol.

“Saya sangat percaya untuk bersama dua pembalap kami, mereka masih memiliki ruang untuk perbaikan, dan mereka sudah memiliki tingkat yang sangat kuat. Jadi mengapa berubah? Bradley terus meningkat dalam setiap balapan dan saya yakin Pol akan kembali ke peforma “apik” nya dalam waktu dekat”.

Sebagai Pabrikan yang dikontrak, keputusan pembalap masa depan Espargaro sebagian besar diputuskan oleh Yamaha, dan Smith sebagian besar adalah keputusan Tech 3.

Dalam hal kerangka waktu, Poncharal menyatakan: “Ada dua balapan grand prix sampai liburan musim panas dan mereka memiliki tiga balapan sebelum Indy – Assen, Sachsenring ditambah Suzuka 8 jam. Jadi saya punya pikir tiga balapan ini akan menjadi sangat penting dalam rangka mempersiapkan masa depan dari dua pembalap kami. Saya tidak berpikir akan ada keputusan sebelum Indy atau Brno”.

Herve Poncharal

Sementara Tech 3 menguasai musim MotoGP, disorot dengan memegang tiga kejuaraan tim setelah Mugello, proyek Moto2 yang sulit di kelas Kalex berhasil didominasi.

Tech 3 chassis telah mencetak 19 poin setelah delapan putaran, dibandingkan dengan 41 poin pada tahap ini musim lalu.

“Setiap Minggu malam dan Sabtu di Assen, Saya memiliki cukup perasaan positif tentang MotoGP dan saya tidak senang dengan Moto2”, kata Poncharal. “Oke MotoGP jauh lebih besar dan lebih penting dalam hal masa depan tim kami, tapi saya peduli tentang proyek Moto2 karena terlibat membesarkan calon pembalap-pembalap berkualitas. Mereka bekerja sangat keras dan ini adalah “bayi” kami. Jadi tentu saja ini adalah kebanggaan bagi kami.

“Apa yang harus kita lakukan? Kontrak Kalex? Itu akan menjadi kegagalan dan apa dampaknya? Speed ??Up harus terus dikembangkan pada modifikasi motor mereka dan sekarang Sam menunjukkan motornya bisa bersaing di depan dan menang. Dia adalah satu-satunya yang mampu meningkatkan kualitas pada Speed ??Up. Jadi jika Sam tidak dengan Speed ??Up nya, pasti masih banyak orang yang menilainya tidak berguna.”

“Saya sangat terkesan dengan Sam karena tahun lalu dia berada di tahun yang sulit, terutama bagian terakhir dari kejuaraan. Namun dengan semangat yang pantang menyerah dia terus berusaha. Ini adalah sikap juara, Sam melakukan semuanya dengan sangat baik dan menunjukkan bahwa ada kehidupan bahkan tanpa Kalex di Moto2. Tapi Sam berbeda, jadi untuk itu saya sangat respect kepadanya”. [ richard ] foto : MotoGP

GM-helm PARD