Manager Kawasaki Tanggapi Yamaha: FIM Yang Memutuskan!

Jonathan Rea & Toprak Razgatlioglu (Pata Yamaha)

BalapMotor.Net – Toprak Razgatlioglu gagal meraih hattrick juara dalam putaran ke-8 WolrdSBK yang berlangsung di sirkuit Magny-Cours, Prancis akhir pekan kemarin (4-5 September).

Sebabnya adalah protes yang dilakukan oleh Kawasaki kepada FIM. Toprak dinilai melanggar batas track limits. Alhasil Rea dinobatkan sebagai juara Superpole race, sementara Toprak harus puas di posisi kedua.

Pembalap asal Turki itu dan timnya Pata Yamaha sempat mengungkapkan ketidak puasan terhadap apa yang telah dilakukan Kawasaki. Cara bermain mereka dinilai lucu dan membuat tertawa. Apalagi, keputusan baru dibuat setelah 4 jam berlalu.

Picture: WorldSBK
SSS Racing

Nah, Kawasaki juga meresponnya lewat manager Guim Roda, mereka menanggapi komentar Yamaha. “Pada lap terakhir balapan apa pun, sangat penting untuk mengemudi dalam batas dan tidak melebihinya,” katanya dilansir dari situs worldsbk.

“Jika ada keraguan saya ingin menjelaskan fakta KRT setelah balapan Superpole di Magny-Cours. Setelah putaran terakhir balapan, Raul, teknisi perangkat keras KRT, yang duduk di garasi menonton balapan seperti biasanya, mengatakan kepada saya bahwa dia mengira Toprak keluar jalur pada putaran terakhir, jadi saya menyuruhnya untuk memeriksa dan konfirmasi,” ujar Guim Roda.

Manager Kawasaki (Guim Roda)

Roda mencontohkan apa yang terjadi pada Ana Carrasco di Belanda, setelah ia mendapat penalti karena didorong keluar lapangan. Bahkan dalam kasus itu aturan diterapkan pada surat itu meskipun sifatnya tidak disengaja.

“Salah satu hal terpenting yang harus dipertimbangkan adalah tidak keluar jalur. Bagi saya cukup mengacu pada aturan dan memberikan komentar kepada komisaris FIM WorldSBK. Pada akhirnya keputusan bukan milik saya, itu adalah FIM yang dianggapnya secara independen, ini sama untuk semua orang,” jelas Roda.

Toprak Razgatlioglu dan Jonathan Rea (WorldSBK)
GM-helm PARD