Jorge Lorenzo Ungkapkan Betapa Pentingnya Psikologis Bagi Pembalap

Jorge Lorenzo Ungkapkan Betapa Pentingnya Psikologis Bagi Pembalap | Foto : MotoGP

BalapMotor.Net – Juara dunia MotoGP 3 kali Jorge Lorenzo bercerita mengenai betapa berpengaruhnya psikolog seorang pembalap dengan penampilannya di trek. Lorenzo bercerita bahwa dia sendiri merasakannya langsung saat musim balap 2018.

Pada waktu itu, sang juara dunia MotoGP pada musim 2010,2012 dan 2015 memasuki musim keduanya bersama pabrikan Ducati. Tetapi Lorenzo belum sekalipun memenangkan balapan. Tentu saja itu menjadi beban psikologisnya. Ditambah lagi, waktu itu belum ada kejelasan kemana dia akan bernaung pada musim 2019.

Hal tersebut membuat Jorge Lorenzo semakin tertekan. “Sebelum Mugello (2018), saya sediikit tertekan karena saya mengerti bahwa saya tidak memiliki motor pabrikan untuk musim mendatan dan saya merasa seperti berada di moment terbaik dalam karir saya,” ungkapnya kepada media DAZN.

SSS Racing GM-helm

Karena hal tersebut, Lorenzo mengaku menjadi pemalas. “Saya melihat semuanya secara negatif dan saya hanya ingin tidur. Saya tidak tahu apakah itu sedikit depresi atau hanya moment yang sangat menyedihkan, tetapi saya benar-benar sedih,” tambahnya.

Jorge Lorenzo Saat di Ducati |Foto: Ducati MotoGP

Tetapi, berbeda setelah Alberto Puig yang merupakan manajer tim Repsol Honda mengubunginya. Lorenzo lantas menjadi lebih bersemangat dan terbukti mampu jadi jawara di GP Mugello. Ivan Lopez selaku pelatih fisik Jorge Lorenzo menceritakan juga kepada DAZN mengenai moment tersebut.

“Saat itu, di sebuah hotel di Barcelona, saya membawa sepeda pelatian ke kamarnya karena dia tidak ingin berlatih, tetapi akhi membuatnya melakukannya (sedikit memaksa). Suatu hari dia enggan mengayuh. Tetapi setelah dia ditelepon Alberto Puig, ketika dia menutup telepon, dia memeluk saya dan mulai melompat-lompat di tempat tidur dan berkata;’saya punya ruang, saya punya,” terang Ivan Lopez.

Jorge Lorenzo lantas dapat mengambil kesimpulan dari moment tersebut. “Pembalap yang sama, orang yang sama, bisa di posisi terbaik jika anda memiliki kepercayaan diri pada level mental dan fisik yang baik. Jika anda merasa nyaman dengan motor dan tim. Ketika semuanya bersatu, maka satu pembalap bisa jauh lebih unggul dari yang lain, sebaliknya, pembalap yang sama, orang yang sama, bisa menjadi yang terakhir. Ini MotoGP, ini olahraga,” ungkap Lorenzo.

VND Racing PARD