Ini Jawaban Paolo Ciabatti Usai Dituduh Tak Pernah Dengarkan Pembalapnya Oleh Casey Stoner

Direktur Olahraga Ducati Corse, Paolo Ciabatti |Foto: Getty Images

BalapMotor.Net – Direktur Olahraga Ducati Corse, Paolo Ciabatti, memberikan balasan terhadap tuduhan Casey Stoner yang mengatakan bahwa timnya tidak pernah mendengarkan masukan dari pembalap.

Ciabatti menegaskan bahwa Tim Ducati selalu menghormati setiap masukan dari pembalapnya. Sebagaimana diketahui, belum lama ini Tim Ducati memang mendapatkan kritikan dari Stoner.

Ya, Stoner menyatakan bahwa Tim Ducati tidak pernah benar-benar mendengarkan masukan dari pembalapnya dalam upaya pengembangan Desmosedici. Padahal menurut Stoner, pembalap merupakan sosok yang paling mengetahui dan merasakan jika ada yang tidak berjalan baik pada Desmosedici.

SSS Racing

Pernyataan Stoner itu juga sama seperti yang diutarakan oleh Andrea Dovizioso. Ya, Dovizioso juga mengaku sangat kecewa dengan sikap Tim Ducati yang tidak pernah mendengarkan masukannya.

Pernyataan yang diutarakan oleh Dovizioso dan Stoner pun membuat posisi manajemen Tim Ducati tersudutkan. Bahkan tidak sedikit penggemar yang mengkritik sistem kerja yang dianut Tim Ducati pada saat ini.

Ciabatti pun lantas coba meluruskan tuduhan-tuduhan yang disematkan oleh Dovizioso dan Stoner kepada Tim Ducati. Ya, Ciabatti membantah bahwa Tim Ducati tidak pernah mendengarkan masukan dari para pembalapnya.

“Kami menghormati Casey. Kami mempunyai hubungan yang sangat baik, dan tak diragukan lagi betapa berartinya sosok Casey bagi Ducati dan penggemarnya,” kata Ciabatti, sebagaimana dilaporkan oleh GPOne

“Akan tetapi kami (Tim Ducati) mempunyai sejarah panjang di MotoGP, dan saya merasa sangat yakin bahwa kami selalu memperlakukan semua pembalap dengan rasa hormat,” sambung pria berkebangsaan Italia tersebut.

“Kami telah memberikan semua materi yang mereka butuhkan, baik dari sisi teknis maupun sisi moral, demi meraih target bersama. Kadang, pembalap dan pabrikan tak melihat situasi dengan cara yang sama, hingga akhirnya perpisahan menjadi hal yang traumatis.”

“Kami menyadari betul bahwa setiap perpisahan bisa dilakukan lebih baik, dan memang penting mengkritik diri sendiri, namun banyak orang dari luar yang tak memiliki semua informasi untuk melihat evaluasi kami,” tuntasnya.

GM-helm PARD