Hijrah Ke BSB Musim Depan, Scott Redding Akhirnya Buka Suara

hijrah-ke-bsb-musim-depan-scott-redding-akhirnya-buka-suara
Redding akhirnya buka suara terkait hijrahnya ke BSB musim depan | Foto: motorsport
Yamaha Bpro Racing

BalapMotor.Net – Sott Redding akhirnya buka suara terkait kenapa ia lebih memilih untuk hijrah ke BSB musim depan, padahal ada opsi menjadi test rider di MotoGP atau turun kelas ke Moto2 agar kans promosi ke MotoGP musim berikutnya terbuka.

Salah satu alasannya karena Scott Redding tak ingin membayar sejumlah uang untuk mengamankan slot pembalap di musim depan. Redding lebih lanjut menjelaskan saat ini pembalap juga dibebankan biaya untuk bisa berada di grid, ini merupakan hal yang gila menurutnya.

“Layaknya sebuah bisnis, semua harus pakai uang. Itu masalah yang dihadapi saat ini. Begitulah caranya. Agar pembalap bisa berada di grid, berapa mereka berani membayar untuk itu? Ini adalah kejuaraan balap dunia. Terlepas apakah itu Moto3, Moto2 dan MotoGP,” kata Scott Redding, dikutip dari laman motorsport.

“Bahkan jika tim di dukung dengan finansial yang sehat, mereka masih meminta sejumlah uang kepada pemabalap. Kerena mereka bisa, mereka akhirnya melakukan itu. Padahal dia bukanlah yang terbaik dari yang terbaik,” tambahnya.

Pembalap asal Inggris ini juga menjelaskan kenapa tak memilih turun kelas ke Moto2, tim Dynavolt Intact awalnya sudah sepakat. Tetapi, entah kenapa pada akhirnya tim justru lebih memilih Tom Luthi, itulah yang menyebabkan dirinya hijrah ke BSB.

“Ini yang Anda harus ketahui, kenapa akhirnya saya tidak memilih untuk ke Moto2. Saya tidak akan balapan jika tidak dibayar, karena ini adalah pekerjaan saya, tetapi di sisi lain saya juga tidak akan membayar untuk amankan satu slot pembalap. Saya tidak akan membayar dua ratus, tiga ratus ribu untuk bisa berada di grid selama satu atau dua musim. Ini menggelikan, juga gila. Tetapi ada yang melakukan ini demi bisa balapan,” papar Redding.

Redding pun memberikan masukan kepada promotor MotoGP untuk bisa memberikan hukuman kepada mereka, di sisi lain pembalap yang selalu tampil nyentrik ini juga menyarankan agar ada regulasi yang jelas mengenai besaran gaji pembalap.

“Banyak pembalap yang mendapatkan gaji melimpah, memang seharusnya seperti itu. Semua pembalap harus mendapatkan gaji, Anda tahu? Harus ada regulasi yang jelas untuk ini, berapa angka maksimal dan minimal diperbolehkan. Hal ini dilakukan supaya kesenjangan antara pembalap dengan bayaran tertinggi dan terendah tidak terlalu jauh,” lanjutnya. [DK]

SSS Racing GM-helm