Hendriansyah : Jangan Ngaku Hebat Kalau Belum Tarung di Macau Grand Prix

Hendriansyah Saat di grid start ARRC bersama petinggi tim China Macau Zhongshen
GM-helm

BalapMotor.Net – Pada salah satu balap motor paling berbahaya yaitu Macau Grand Prix, ada beberapa pembalap Indonesia yang sudah pernah ikut merasakannya. Benny Hidayat, Hendra Tirtasaputra dan Tjetjep Heriyana pernah bertarung pada Macau Grand Prix era 60-70an.

Benny Hidayat sendiri mampu menjadi juara pada tahun 1970, sementara itu Tjetjep mampu jadi juara ketiga. Saat itu, Benny Hidayat dan kawan-kawan bertarung pada kelas 125cc.

Hendriansyah Pernah Turun Pada 2001

Lalu pada era modern, Hendriansyah juga pernah merasakan ganasnya sirkuit jalanan Guia yang mempunyai panjang 6,2 km tersebut. Hendriansyah yang membela tim China Macau Zhongsen bertarung pada tahun 2001 dan turun pada kelas Supersport 600cc.

Hendriansyah sendiri diberikan kesempatan untuk balap di Macau Grand Prix 2002 karena prestasinya bersama tim tersebut di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC).

“Saya waktu itu diberikan kesempatan oleh tim saya karena hasil yang baik di ARRC mas,” ungkap Hendriansyah kepada penulis beberapa waktu lalu.

Hendriansyah saat membela tim China Macau Zhongshen
Balap Paling Bergengsi Dan Menakutkan

Hendriansyah yang gagal naik podium pada balapan yang digabung antara kelas 600cc dan 1000ccc ini mengaku bahwa balapan di Macau Grand Prix merupakan balapan yang paling bergengsi dan paling menakutkan yang pernah dia ikuti. “Ini balapan paling bergengsi dan paling menakutkan yang saya ikuti mas,” terangnya.

Sang Dewa Road Race Indonesia ini sendiri menambahkan bahwa balap di sirkuit Guia tersebut sangat berbahaya. Apalagi Hendri bertarung dengan motor Supersport 600cc yang cukup kencang.

“Sirkuitnya jalan raya mas, safety area tidak ada, jika terjadi kecelakaan langsung berhadapan dengan tembok dan besi pembatas jalan. Padahal dengan motor 600cc kecepatan motor bisa 250-260 km/jam mas,” ungkap ayah dari pembalap cilik Nelson Cairoli ini.

Peserta harus memakai jas saat ceremonial, Hendriansyah memakai jas biru saat itu
Butuh Tiga Hari Menghafal Sirkuit

Saat bertarung di Macau Grand Prix sendiri, Hendriansyah masih berusia cukup muda yaitu 21 tahun. Nah, Hendri juga menambahkan bahwa untuk balap di Macau Grand Prix yang paling sulit adalah menghafal sirkuit. Terbatasnya waktu membuat para pembalap harus cepat beradaptasi, apalagi waktu itu Hendriansyah baru pertama kalinya balap di sana.

Hendriansyah saat podium ARRC bersama tim China Macau Zhongshen

“Waktu itu saya butuh waktu tiga hari buat ngapalin sirkuitnya mas. Tiap malam saya berkeliling sirkuit dengan menggunakan scooter.”terang Hendriansyah.

Mengenai resiko yang tinggi pada balapan tersebut, Hendriansyah sendiri mengatakan kalau belum hebat kalau belum balap di ajang tersebut. “Pokoknya belum hebat kalau belum ikutan balap di Macau Grand Prix mas,”ujar Hendriansyah.

“Di sana kita harus konsisten racing line serta titik pengeremannya. Tidak boleh gambling, soalnya ya kembali lagi ke sirkuitnya yang tidak ada safety areanya mas,” tambahnya.

Sejarah Macau Grand Prix

Macau Grand Prix sendiri merupakan balap legendaris tahunan yang membalapkan mobil dan juga motor. Balapan ini berlangsung sejak tahun 1954 dan untuk balap motor dimulai sejak tahun 1967.

Perlu diketahui juga bahwa cukup banyak pembalap yang menghembuskan nafas terakhirnya saat balapan di gelaran ini. Terakhir, Daniel Hegarty meninggal pada gelaran Macau Grand Prix tahun 2017.

Video Race Macau Grand Prix 2001 Yang diikuti Hendriansyah, Hendri Nomor start (31)

Video Sejarah Macau Grand Prix

Video On Board Macau Grand Prix

Full Race Video Macau Grand Prix

 

SSS Racing