Dovizioso Salahkan Petrucci Bukan Espargaro, Kenapa?

Dovizioso salahkan Petrucci soal kecelakaan di GP Argentina | foto: motorsport

BalapMotor.Net – Aleix Espargaro memang yang menabrak dan membuat pembalap Ducati (Dovizioso) terjatuh. Namun, Dovi menyalahkan apa yang dilakukan Danilo Petrucci. Untuk kali kedua Dovizioso ditabrak pembalap lain saat balapan di Termas de Rio Hondo. Musim lalu, ia ditabrak oleh mantan rekan setim Andrea Iannone pada lap terakhir. Kali ini, ia ditabrak Espargaro di Tikungan 5 pada Lap 15.

Dovizioso tidak menyalahkan Espargaro. Ia malah menuding Petrucci, yang dianggap sebagai penyebab dari kecelakaannya. “Ketika saya di belakang Danilo, dia (Petrucci) membalap dengan cara yang buruk. Dia menghentikan banyak pembalap, mengerem dalam cara yang aneh dan saya berpikir itu terlalu banyak,” kata Dovizioso.

“Semua pembalap coba untuk gunakan gaya balapnya. Hal yang normal dan baik, tetapi gaya yang ia gunakan sangat buruk. Saya coba untuk menyalipnya dari dalam dan dia terlambat mengerem, serta tutup celah,” tambahnya.

SSS Racing

“Ini sangat buruk, karena Anda tidak memberikan kemungkinan untuk lakukan sesuatu. Anda tidak bisa mengerem seperti dia. Dia lebih berat dan dia mampu untuk mengerem lebih keras. Itu tidak melebihi limit, tapi tidak adil. Dan itu menciptakan kecelakaan, saya hampir menabraknya, namun Aleix salah dalam bermanuver. Tentu kesalahan Aleix, tetapi bermula dari Danilo,” tutup Dovizioso.

Masalah grip belakang

Terlepas dari kecelakaan yang terjadi, Dovizioso ungkapkan bahwa adanya masalah pada grip (daya cengkeram) belakang, yang membuat Dovi pada akhirnya tak mampu mengerem seperti yang di inginkan.

“Setelah balapan, kami konfirmasi adanya limit pada grip belakang. Saat sesi latihan, limit itu ada di sana, dan begitu pula saat balapan,” jelasnya. “Saya tidak bisa melakukan pengereman yang saya inginkan, karena motor tak mampu ngerem lebih keras. Motor sudah baik, tetapi ketika keluar dari tikungan, saya merasa sangat buruk. Saya kesulitan sepanjang balapan. Dengan kecepatan itu, saya seharusnya mampu bertarung untuk posisi kelima,” tambahnya. (Deni)

GM-helm PARD