Aleix Espargaro Akui Kalau Posisinya di Klasemen Sementara Seperti Bencana

Posisinya di klasemen sementara adalah sebuah bencana kata Espargaro | foto: motorsport

BalapMotor.Net – Aleix Espargaro kalau berada di urutan ke-14 klasemen sementara dari lima balapan adalah sebuah bencana. Espargaro bergabung dengan Aprilia dari Suzuki pada 2017, dan menggunakan RS-GP yang terus alami peningkatan sejak diperkenalkan pada awal musim lalu.

Motornya masih punya kekurangan dalam akselerasi, namun saat di balapan pembuka mampu berada di urutan ke enam, di belakang duo Repsol Honda Marc Marquez dan Dani Pedrosa. Sementara itu, saat di Argentina harus tersingkir, di Austin Espargaro finish di urutan buncit karena masalah pada ban depan, dan berhasil finish kesembilan di Jerez.

Saat hadapi GP Le Mans, posisi Espargaro sudah bagus dengan berada di enam besar, namun alami gagal mesin yang membuat ia gagal finish. Hingga balapan kelima, Aleix Espargaro berada di urutan ke-14 klasemen dengan raihan 17 poin, meski begitu Espargaro tetap senang.

SSS Racing

Ketika ditanya apakah kegagalan itu adalah bagian dari pengembangan Aprilia, Espargaro mengatakan: “Mungkin saja, tapi kami adalah pabrik dan kami perlu bekerja sebagai pabrik. Jadi, kita perlu lakukan perbaikan. Saya datang ke Aprilia karena tim pabrikan, jika tidak saya akan pergi ke tim satelit. Jadi saya ingin semua orang disini bekerja sebagai tim pabrik, inilah mengapa saya datang ke sini”.

Tak Menyesal Gabung Aprilia

Tujuh pembalap satelit saat ini berada di atas Espargaro di papan klasemen sementara MotoGP, dengan pembalap rookie Johann Zarco menjadi pembalap satelit dengan posisi teratas. Namun, pembalap Spanyol mengatakan bahwa dirinya senang dengan pengembangan proyek ini. “Inilah keputusan saya, keputusan saya adalah bergabung dengan Aprilia,” katanya.

“Saya sudah mencurahkan segalanya disini, lebih fokus daripada setiap hal dalam hidup saya. Saya habiskan banyak waktu dengan Marco [Eschenbacher], kepala kru saya. Kami melakukan banyak pertemuan di setiap sesi untuk memperbaiki Aprilia dan saya senang dengan keputusan yang saya ambil,” tambahnya.

“Mungkin jika saya gunakan Tech 3 atau Ducati satelit, saya bisa berjuang untuk naik podium. Tetapi Aprilia sudah jadi pilihan, dan tidak ada penyesala. Senang dengan keadaan ini, namun jelas kita butuh banyak keberuntungan,” tutupnya. (Deni)

GM-helm PARD