BalapMotor.Net – Setelah bersinar pada putaran perdana Kejurnas Pirelli Motoprix IRC RCB Honda NHK SSS Yamaha Region II Jawa 2018 di Purwokerto, Wilman Hammar meredup di putaran kedua yang berlangsung di Subang.
Pembalap dari tim Yamaha Yamalube NHK IRC DID Nissin NGK Bahtera ini ternyata mengalami kendala pada suspensi pada pacuannya. Nah, menghadapi putaran ketiga Motoprix Jawa 2018 yang akan berlangsung akhir pekan ini di Wonosari (12-13/5) Wilman Hammar bersama timnya lebih memfokuskan diri terhadap settingan suspensi.
“Di Subang karena suspensinya kurang jadinya nggak maksimal, buat Wonosari akan lebih fokus setting seuspensi,” terang Wilman Hammar yang aslinya dari Pinrang, Sulawesi Selatan ini.
Pembalap 21 tahun yang pernah berlaga di ajang Asia Talent Cup (ATC) ini juga menambahkan pendapatnya mengenai suspensi. Wilman beranggapan bahwa power mesin Yamaha MX-King dan juga Z1 pacuannya terlalu besar.
“Mungkin power mesin yang terlalu besar sehingga suspensi tidak mampu,” tambah Wilman Hammar yang terus program pengurangan berat badan ini.
Perlu diketahui bahwa untuk urusan kuda besi, Tim Yamaha Yamalube NHK IRC DID Nissin NGK Bahtera digarap oleh GDT Racing Jogja. Untuk suspensi juga dibantu oleh ADD Suspension Solo. Duet antara GDT dan ADD ini tentunya bisa jadi ancaman pada balapan akhir pekan ini.