Motorprix Surabaya 2017 : Pertarungan Kelas Dewa di MP2, Topan Jawaranya & Poin Mepet

Motorprix Surabaya 2017 : Pertarungan Kelas Dewa di MP2, Topan Jawaranya & Poin Mepet
LENKA MiniGPSSS Racing

BalapMotor.Net – Pertarungan kelas tinggi terjadi pada race final kelas MP2 pada putaran ketiga Kejurnas Motorprix Region 2 Jawa 2017 yang berlangsung di sirkuit Gelora Bung Tomo Surabaya (17/11). Ada empat pembalap yang bertarung habis-habisan pada balapan yang berlangsung 21 lap ini.

Rafid Topan dari tim Yamaha Yamalube KYT IRC Creampie Syafina, Fitriansyah Kete dari tim Sidrap Honda Daya KYT Nissin IRC Trijaya, Dicky Ersa dari tim Yamaha Yamalube NHK IRC DID NGK Bahtera dan Richard Taroreh dari tim Yamaha Yamalube Jasti Putra Usaha Jaya NHK FDR 549 Kaboci mengeluarkan semua jurus-jurus terbaiknya.

NHKhelm

Akhirnya Rafid Topan yang pernah balap di ajang Moto2 dunia mampu menjadi pemenang pada balapan kali ini. Topan mampu mengungguli Kete di posisi kedua dan Dicky Ersa serta Richard Taroreh di posisi ketiga dan keempat.

Podium race MP2, Topan, Kete dan Dicky

“Balap di sirkuit ini titik menyalip yang aman hanya di tikungan pertama, meskipun tikungan tersebut merupakan tikungan cepat, namun dengan posisi yang tepat kita bisa mengovertake lawan,”ungkap Rafid Topan yang asli Tanjung Priuk Jakarta ini.

Hasil ini tentu saja membuat poin di klasemen sementara semakin mepet. Dicky Ersa masih memimpin dengan 105 poin namun Topan saat ini semakin dekat dengan 99 poin atau hanya berbeda 6 poin saja. Ini tentunya akan membuat pertarungan pada putaran final besok (19/11) akan semakin seru.

“Poin sangat tipis, dan saya sangat semangat untuk menghadapi race besok,” ungkap Dicky Ersa yang aslinya dari Palangkaraya Kalimantan Tengah. | Luvo

VND RacingVND RacingPARDPremium
Artikulli paraprakMotorprix Surabaya 2017 : Afridza Syach Raih Gelar Juara Region MP4
Artikulli tjetërMotorprix Surabaya 2017 : Arianto Tarzan Mengejutkan di Race MP1, Rere Kedua, Sulung Ketiga
Pimpinan redaksi di BalapMotor.Net yang gila balap sejak kecil dan mulai menjadi jurnalis balap sejak 2013