BalapMotor.Net – Cah Gunung Kidul, Veda Ega Pratama, sukses mencuri perhatian dunia pada debutnya di ajang Moto3 World Championship dengan finis posisi kelima pada balapan pembuka musim di Grand Prix Thailand yang digelar di Chang International Circuit, Buriram. Hasil ini menjadi pencapaian luar biasa, bukan hanya bagi Veda secara pribadi, namun juga bagi sejarah balap motor Indonesia di pentas Grand Prix.
Tampil bersama Honda Team Asia, Veda menunjukkan performa matang meski berstatus rookie. Sejak lap-lap awal, pembalap asal Gunung Kidul tersebut langsung mampu beradaptasi dengan ritme balapan Moto3 yang terkenal ketat dan penuh slipstream. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Veda sempat lama bertahan di posisi ketiga dan membuka peluang besar untuk meraih podium pada debut sensasionalnya.
Balapan yang berlangsung selama 19 lap (86,526 km) itu memang menyajikan pertarungan sengit hampir di setiap grup. Memasuki lima lap terakhir, terjadi duel panas dalam perebutan podium ketiga yang melibatkan empat pembalap sekaligus. Veda berada di dalam grup tersebut bersama Valentin Perrone dan Alvaro Carpe, sementara tekanan terus datang dari para rider di belakangnya yang memanfaatkan karakter trek Buriram dengan trek lurus panjang.
Sayangnya, pada lap-lap terakhir intensitas pertarungan semakin brutal. Aksi saling overtake terjadi hampir di setiap tikungan, membuat posisi terus berubah hingga garis finis. Veda akhirnya harus puas menyentuh garis akhir di posisi kelima dengan catatan waktu 32 menit 23,873 detik, hanya terpaut tipis dari rombongan perebut podium. Meski gagal naik podium, performanya tetap mendapat apresiasi luas karena tampil kompetitif sejak awal hingga akhir balapan.
Sementara itu, kemenangan diraih oleh pembalap Spanyol, David Almansa dari tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP. Namun kemenangan tersebut tidak didapat dengan mudah. Almansa terlibat duel dramatis melawan kompatriotnya, Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team), yang berlangsung hingga tikungan terakhir.
Keduanya melintasi garis finis dengan selisih waktu yang nyaris tak terlihat, hanya terpaut 0,003 detik saja! Almansa mencatatkan waktu 32 menit 14,186 detik, unggul super tipis atas Quiles yang membukukan 32 menit 14,189 detik. Margin tersebut menegaskan betapa ketat dan sengitnya persaingan Moto3, terutama pada seri pembuka musim ini.
Podium ketiga akhirnya diamankan oleh Valentin Perrone dari Red Bull KTM Tech3, yang berhasil keluar sebagai pemenang dalam duel empat pembalap di grup perebut podium terakhir.
Bagi Veda Ega Pratama, finis kelima ini bukan sekadar hasil biasa. Ia resmi menjadi pembalap Indonesia dengan hasil finis terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan di ajang Grand Prix semua kelas, termasuk Moto2 dan MotoGP. Lebih spesial lagi, pencapaian tersebut diraih pada balapan pertamanya di level Kejuaraan Dunia.
Debut yang langsung mencetak sejarah ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia kini memiliki talenta yang mampu bersaing di level tertinggi balap motor dunia. Jika konsistensi dan adaptasi terus terjaga, bukan tidak mungkin podium pertama hanya tinggal menunggu waktu.
Moto3 Thailand 2026 pun menjadi saksi lahirnya babak baru perjalanan balap motor Indonesia di panggung dunia — dan nama Veda Ega Pratama kini resmi tercatat dalam sejarah. (**)







































































