BalapMotor.Net – Pada musim MotoGP 2025, pembalap VR46 Ducati Fabio Di Giannantonio mencatatkan torehan sepuluh podium, baik di sprint race maupun Grand Prix.
Catatan tersebut menjadikan musim 2025 sebagai salah satu musim terbaik bagi pembalap asal Italia itu, yang akhirnya menutup klasemen di posisi keenam.

Meski dipercaya mengendarai Ducati Desmosedici GP25 dengan spesifikasi yang sama seperti tim pabrikan, performa Di Giannantonio belum sepenuhnya konsisten.
Ia, bersama Francesco Bagnaia, masih tertinggal cukup jauh dibandingkan Marc Marquez. Mereka sama-sama menghadapi tantangan dengan versi terbaru Ducati Desmosedici.

Namun, kondisi tersebut justru tidak berlaku bagi Marquez. Pembalap Spanyol itu tampil sangat dominan dan superior, bahkan berhasil mengunci gelar juara dunia lebih awal di GP Jepang.
Di lingkungan Ducati, seluruh data teknis dibuka secara transparan. Keenam pembalap Ducati memiliki akses penuh terhadap data satu sama lain. Karena itu, bukan hal yang aneh jika Di Giannantonio turut mencoba meniru setelan motor yang digunakan Marc Marquez.

Namun menurut Diggia, menyalin setelan bukanlah solusi instan.
“Masalahnya adalah setiap pembalap bekerja dan berkendara dengan cara yang berbeda. Anda bisa meniru setup-nya, tetapi mengendarai motor dengan setup tersebut adalah hal yang sama sekali berbeda,” ujar Di Giannantonio.
Pembalap berusia 27 tahun itu menegaskan bahwa karakter dan kebutuhan pembalap sangat menentukan performa di lintasan.
“Jika saya meniru pengaturan Marc, saya mungkin akan finis terakhir. Ini soal apa yang Anda tuntut dari motor, apa yang Anda butuhkan untuk merasa nyaman, untuk mendorong, dan untuk mempercayai motor,” tegasnya dilansir dari speedweek. (**)































































