Bus Wisata Berkeliling di Pertamina Mandalika International Circuit, Apakah Aman Bagi Track?

LENKA MiniGPSSS Racing

BalapMotor.Net – Kehadiran bus berkapasitas 40 penumpang yang melintas di lintasan Pertamina Mandalika International Circuit sempat memicu beragam respons publik. Sebagian merasa takjub, sebagian lain mempertanyakan aspek keamanan, terutama terkait bobot bus sekitar 17 ton yang melaju di atas aspal sirkuit MotoGP.

Menjawab keraguan tersebut, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menegaskan bahwa aktivitas tersebut merupakan bagian dari program resmi Mandalika Experience, sebuah circuit experience yang aman, terukur, dan lazim diterapkan di berbagai sirkuit kelas dunia.

NHKhelm
Praktik Global Circuit Safari

Muhammad Awallutfi Andhika Putra selaku Track, Race Electronic, and Motorsport Manager Pertamina Mandalika International Circuit menjelaskan,
“Di dunia balap internasional, membawa bus masuk ke lintasan bukanlah hal yang asing. Pada sejumlah ajang balap bergengsi seperti Super GT di Jepang, terdapat program yang dikenal dengan nama Circuit Safari. Dalam sesi ini, tamu VIP atau penonton khusus diajak berkeliling lintasan menggunakan bus untuk merasakan langsung karakter tikungan, elevasi, dan panjang lintasan sirkuit.”

Dhika menambahkan, “Menariknya, Circuit Safari kerap dilakukan bersamaan dengan sesi warm-up mobil-mobil balap kelas berat seperti GT500, GT300, hingga Prototype. Artinya, lintasan yang sama secara bersamaan mampu menampung kendaraan balap berperforma ekstrem dan bus penumpang berukuran besar, tanpa mengorbankan keselamatan maupun kualitas aspal.”

“Apa yang kami lakukan di Sirkuit Mandalika ini sejatinya berada dalam koridor praktik global tersebut. Bukan eksperimen, melainkan adopsi dari standar operasional sirkuit internasional,” ungkap Dhika.

Dirancang dengan Standar Teknik Kelas Dunia

Dari sisi teknik sipil, Dhika menjelaskan bahwa lintasan Mandalika dibangun dengan standar internasional yang ketat.
“Kekuatan lintasan Mandalika tidak lahir dari klaim sepihak. Sejak awal pembangunannya, sirkuit ini dirancang dengan pendekatan teknik sipil yang sangat ketat.”

“Seluruh proses konstruksi berada di bawah pengawasan konsultan sirkuit berpengalaman internasional, dengan penerapan paving methodology yang presisi dan terukur,” lanjutnya.

Konsultan sirkuit Mandalika sendiri adalah MRK1 dan Dromo, yang berpengalaman menangani sirkuit Yas Marina, Buriram, hingga Zandvoort.

Secara teknis, aspal Mandalika mampu menahan tekanan hingga 150 kg/cm² pada suhu 25–30 derajat Celsius, dan tetap stabil di angka 100 kg/cm² pada suhu lintasan 40–60 derajat Celsius.

“Angka-angka ini menunjukkan bahwa daya tahan aspal Mandalika berada jauh di atas tekanan yang dihasilkan kendaraan non-balap seperti bus,” jelas Dhika.

Perhitungan Fisika: Bus Tidak Membebani Aspal

Menurut Dhika, dalam ilmu fisika yang menjadi faktor utama bukan berat kendaraan, melainkan distribusi bebannya.
“Bus dengan bobot sekitar 17 ton tidak menekan aspal pada satu titik. Beban itu terbagi melalui enam roda besar, masing-masing dengan area tapak ban (contact patch) yang luas.”

“Dengan distribusi tersebut, tekanan riil bus terhadap lintasan Mandalika hanya berada di kisaran 3–4 kg/cm²,” tambahnya.

“Inilah alasan mengapa secara teknis, lintasan Mandalika tidak mengalami risiko kerusakan hanya karena dilewati bus dalam kecepatan rendah dan durasi terbatas,” tegas Dhika.

Dibandingkan MotoGP, Tekanan Bus Setara

Menariknya, tekanan bus bahkan hampir setara dengan tekanan ban motor MotoGP.
“Motor MotoGP dibekali mesin bertorsi buas, sistem traksi elektronik canggih, serta perangkat seperti ride height device,” jelas Dhika.

Tekanan ban MotoGP sendiri berada di kisaran 3,6 kg/cm² saat pengereman dan 2,7 kg/cm² saat akselerasi maksimal.

“Jika aspal Mandalika dirancang aman untuk balapan MotoGP, maka secara logis dan teknis, lintasan tersebut sangat aman untuk dilewati bus,” ujar Dhika.

SOP Ketat Demi Keselamatan

MGPA juga menerapkan prosedur keamanan berlapis.
“Setiap bus yang masuk lintasan wajib melalui inspeksi menyeluruh dengan prinsip zero leakage,” jelas Dhika.

“Lintasan sirkuit menjadi berbahaya bagi pengguna jika terdapat ceceran semua jenis pelumas, oli, dan sejenisnya,” lanjutnya.

Bus juga dilarang berhenti di racing line dan hanya diperbolehkan berhenti di area run-off tertentu.

Mandalika Experience untuk Publik

Program Mandalika Experience memungkinkan masyarakat umum merasakan sensasi berkeliling sirkuit MotoGP sepanjang 4,31 km menggunakan bus wisata. Setiap sesi terdiri dari tiga putaran dengan pengawasan marshal dan tim keamanan.

Tarifnya pun terjangkau:

  • Micro Bus: Rp300.000

  • Mini Bus: Rp400.000

  • Big Bus: Rp500.000

Pemesanan dapat dilakukan melalui WhatsApp MGPA: 0821-2559-6792.

Penegasan dari MGPA

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menegaskan bahwa seluruh aktivitas di Sirkuit Mandalika telah melalui kajian teknis matang.

“Kami memahami adanya kekhawatiran dari masyarakat. Namun perlu dipahami bahwa Sirkuit Mandalika dibangun dengan standar internasional dan setiap aktivitas di lintasan sudah melalui kajian teknis yang matang.”

“Aspal Mandalika dirancang untuk balapan MotoGP yang tekanannya sangat ekstrem. Jika lintasan ini aman untuk MotoGP, tentu aman juga untuk bus yang melintas dengan kecepatan rendah dan pengawasan ketat,” pungkas Priandhi Satria. (rls)

VND RacingPARDPremium
Artikulli paraprakKarena Alasan Ini, Jules Cluzel Menawarkan Diri Jadi Pelatih Aldi Satya Mahendra
Artikulli tjetërCapirossi Prediksi MotoGP 2027 dengan Mesin 850cc Hanya Lambat di Awal
Pimpinan redaksi di BalapMotor.Net yang gila balap sejak kecil dan mulai menjadi jurnalis balap sejak 2013