Terbukti Ampuh di MP Purwokerto, Knalpot Kidal Creampie Bakal Jadi Trend ?

MX King Sang Juara, Padukan ECU Aracer & Knalpot Creampie CP3
Wilman Hammar saat memacu Yamaha MX King dengan knalpot kidal dari Creampie

BalapMotor.Net – Setelah bikin geger pada saat babak kualifikasi Motoprix Purwokerto 2017 (8/4), knalpot nyeleneh dari Creampie yang mampu mengantarkan Rafid Topan dan Dicky Ersa start 1-2 di MP2 ( simak disini ), pada saat race ternyata knalpot kidal tersebut bikin geger lagi.

Dicky Ersa dari tim Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin DID NGK Bahtera dan Rafid Topan dari Yamaha Yamalube IRC KYT Syafina mampu finish kedua dan ketiga di kelas tersebut. Namun yang bikin geger lagi adalah Wilman Hammar yang juga menggunakan knalpot kidal pada Yamaha MX-King mampu tinggal jauh lawan di race MP1.Terbukti Ampuh di MP Purwokerto, Knalpot Kidal Creampie Bakal Jadi Trend ?

Power Atas Lebih Baik

Wilman Hammar yang merupakan rekan setim dari Dicky Ersa ini mampu membuktikan bahwa knalpot kidal dari Creampie ini memang yahud. Knalpot yang mempunyai karakter bagus pada tenaga atas ini pastinya bakalan menjadi tren di balap nasional untuk kedepannya.

Yamaha

“Efeknya, tenaga atas jalan terus. Di grafik pada dyno-test, RPM diatas 13.000 tidak turun. Terus naik. Jadi memang lebih baik pada momen top-speed, “ujar Gendut GDT Racing selaku mekanik tim Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin DID NGK Bahtera Racing.

Mengenai spek ukuran dari knalpot Creampie kidal ini, Taufan selaku manajer dari Creampie juga memberikan penjelasan kepada reporter BalapMotor.Net. “ Untuk Diameter pipa atas atau pertamanya 26,8 mm, terus bagian tengahnya 30,2 mm dan panjang silincer 22 cm,” tukas Taufan yang datang bersama Triswahyudi sang owner Creampie di Motoprix Purwokerto kemarin.

Terbukti Ampuh di MP Purwokerto, Knalpot Kidal Creampie Bakal Jadi Trend ?
Tikungan kekiri di GOR Satria hanya ada dua dan ini menguntungkan penggunaan knalpot kidal
Lebih Untung di Sirkuit GOR Satria

Selain mempunyai karakter atas yang lebih baik, knalpot kidal dari Creampie ini juga cukup menguntungkan di sirkuit GOR Satria Purwokerto. Trek dadakan ini hanya ada dua tikungan kekirinya, jadi dapat dipastikan knalpot disebelah kiri tidak akan mengganggu rider saat rebah maksimal pas belok kanan.

Untuk ini, pada gelaran MotoGP di Argentina, penulis juga melihat sebagian besar dari motor di Moto2 menggunakan knalpot kidal. Ini tentunya selain karena karakter knalpot, juga dikarenakan sirkuit Rio De Termas Argentina lebih banyak tikungan kekanannya.

Lebih lanjut, bagi yang masih penasaran ataupun ingin menebusnya ataupun order langsung, silahkan datang ke markas besarnya Creampie Racing, di Jl. Sampakan (Utara Kids Fun), Berbah, Sleman Yogyakarta atau hubungi HP : 0813 2827 8112. | Luvo

SSS Racing GM-helm