Inilah Rahasia Dari Creampie, Knalpotnya Para Juara

BalapMotor.Net – Seri balap di musim 2016 hampir semuanya sudah usai, tentu saja para juara umum di beberapa kejuaraan nasional sudah terkukuhkan. Nah, di kejurnas Motoprix Jawa, Kejurnas IRS dan HDC para juara umunya sebagian besar ternyata merupakan pengguna knapot Creampie.

Sebut saja Syahrul Amin dari tim Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin NGK Bahtera yang mampu juara nasional di Kejurnas IRS kelas sport 150 dan sport 250cc. Lalu di Motoprix Jawa ada nama Awhin Sanjaya dari tim Sidrap MPM Honda KYT Nissin IRC Trijaya yang juara nasional MP2 dan M Rifky yang juara di kelas MP6.

Mario SA Raih Juara UMUM HDC6 dan HDC7 gunakan knalpot Creampie
Mario SA Raih Juara UMUM HDC6 dan HDC7 gunakan knalpot Creampie

Di gelaran HDC 2016 yang pada Minggu kemarin (27/11) baru digelar babak finalnya, juara umum di 4 kelas utama yaitu HDC3,HDC4,HDC6 serta HDC7 merupakan pembalap dari tim Sidrap MPM Honda KYT Nissin IRC Trijaya yang menggunakan knalpot Creampie. Kemudian di Yamaha Cup Race musim ini di kelas seeded YCR1 dan YCR2 juga pimpinan klasemenya yaitu duet dari tim Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin NGK Bahtera merupakan pengguna knalpot Creampie.

Yamaha

Nah, dari situ tentu saja kita perlu tau bagaimana sih resep membuat sebuah knalpot agar bisa membuat motor semakin maksimal. Kali ini penulis mendapatkan sedikit penjelasan dari Triswahyudi alias Ntho-ntho yang merupakan owner dari Creampie Racing Muffler.

Triswahyudi owner dari Creampie Racing Muffler
Triswahyudi owner dari Creampie Racing Muffler

“ Untuk membuat sebuah knalpot yang dapat memaksimalkan performa mesin itu dibutuhkan waktu dan riset yang lebih jeli mas. Tentu saja saya meriset knalpot Creampie ini juga sudah melalui riset dan juga uji coba,” ujar Triswahyudi yang datang langsung di gelaran final HDC di Purwokerto akhir pekan lalu (27/11).

Selain itu, Triswahyudi juga menjelaskan bagian mana dari knalpot yang memang cukup menentukan dari performa knalpot balap.

Sulung Giwa pimpinan klasemen sementara YCR1 menggunakan knalpot Creampie
Sulung Giwa pimpinan klasemen sementara YCR1 menggunakan knalpot Creampie

“ Untuk knalpot 4 tak sendiri yang paling penting adalah diameter di lekukan leher knalpot mas. Itu sangat penting dan mempunyai pengaruh terhadap karakter mesin yang dihasilkan. Jadi lekukan dan diameter dari knalpot tersebut bisa disesuaikan dengan karakter mesin dan juga si pembalap,”tambah Triswahyudi yang mempunyai anak pembalap Motocross di kelas SE50cc ini.

Triswahyudi mencontohkan ukuran diameter pada leher knapot untuk Blade yang dipacu Awhin Sanjaya. “Diameter leher untuk Blade 125FI itu 26 cm. Kalau silincernya panjangnya 22 cm dan berdiameter 3,25 inch.” jelas Triswahyudi.  Jadi, buat motor balap aja juara, apalagi buat harian. [luvo]

Yamaha YZF-R25 yang dipacu Syahrul Amin gunakan knalpot Creampie Jogja
Yamaha YZF-R25 yang dipacu Syahrul Amin gunakan knalpot Creampie Jogja
SSS RacingGM-helm