Duo Pemula Duri Bambit South Papua, Bersaing Ketat Demi Sebuah Predikat

Final IDC 2017: Akankah Duri Bambits Lakukan Tim Order di Kategori Pemula?
Joko Percil dan Wildan Kecil

BalapMotor.Net – Duri Bambit South Papua, tim yang digawangi Sanjaya Jet Yogyakarta memiliki dua amunisi yang berbakat. Ya, mereka dibela Joko dan Wildan, dua joki yang masih berstatus pemula untuk jadi andalan. Keduanya menjadi ujung tombak tim yang di komandoi M. W Hidayat (Manager) untuk bersaing dalam kejuaraan drag bike musim 2017.

Melihat kiprahnya sampai saat ini, mereka sudah tunjukan aski yang memukau. Kerap kali Joko dan Wildan mampu acak-acak persaingan. Bahkan tak jarang menjadi yang terbaik di kelas-kelas bergengsi yang juga diikuti pembalap-pembalap senior.

Dalam kelas khusus pemula, mereka (Joko dan Wildan) kerap bersaing ketat. Tak peduli dalam naungan satu tim, yang jelas mereka sama-sama ingin menjadi yang terbaik. Tentu dengan harapan mendapat sebuah predikat, “Juara”.

Duo Pemula Duri Bambit South Papua, Bersaing Ketat Demi Sebuah Predikat
Wildan Kecil kerap merepotkan pembalap senior
Yamaha

“Lumayan mas penampilan mereka sudah mampu bersaing dengan pembalap seeded. Tapi tetap harus belajar terus menerus, agar mampu tampil lebih baik lagi. Untuk harapan pada Joko dan Wildan, semoga mereka mampu jadi juara umum di ajang Pertamax Drag Bike maupun IDC.” Jelas pemilik tim, Agil Puja.

Joko Percil pun mengungkapkan kalau Wildan menjadi saingan beratnya. Itu terkhusus untuk kategori pemula. “Iya mas, kita kerap kali bersaing di kelas pemula. Dia pembalap yang bagus dan saya ingin mengalahkannya. Tapi itu fokus kedua. Kalau yang pertama tetap kita bekerja sama untuk membawa nama tim menjadi yang terbaik.” Aku Joko Percil, joki mungil asal Klaten.

Duo Pemula Duri Bambit South Papua, Bersaing Ketat Demi Sebuah Predikat
Joko Percil mulai diperhitungkan di akhir tahun 2016

Hal senada juga diungkapkan Wildan Kecil. “Iya kak, kita tetap bersaing serius di setiap kelas. Joko pun begitu, kita sama-sama ingin menjadi yang terbaik. Kita bersaing untuk pribadi, tapi tetap bersatu untuk tim.” Pungkas joki asal Salatiga.

Mekanik Kerepotan

Nah, dari segi mekanik dengan persaingan yang ditunjukan Wildan dan Joko cukup membuatnya kerepotan. Kedua pembalap memiliki karakter yang berbeda. Dengan itu, mesin motor juga harus berbeda, menyesuaikan permintaan masing-masing.

“Kita tak membedakan keduanya. Walaupun karakter Joko dan Wildan memang berbeda. Mereka meminta mesin motor yang beda-beda, jadi cukup membuat kita putar otak. Terbaiknya ya kita buat mesin dengan karakter di tengah-tengah. Tak memihak Joko ataupun Wildan. Jadi mereka yang sedikit harus menyesuaikan.” Ungkap Anditya Kresna, assisten mekanik Yudha Sanjaya. | Yugo

Duo Pemula Duri Bambit South Papua, Bersaing Ketat Demi Sebuah Predikat
Anditya Kresna, Pit Crew assisten mekanik Sanjaya
SSS Racing GM-helm